
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) berhasil menyalakan listrik bagi 181 kepala keluarga di 10 desa wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, yakni di Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan.
Desa-desa yang kini teraliri terang listrik PLN tersebut adalah, Desa Tau Lumbis, Sibalu, Kabungolor, Mamasin, Duyan, Bululaun Hulu, Tetagas, Tuntulibing, Kalisun, dan Lipaga yang lokasinya persis di garis perbatasan Indonesia.
Selama ini masyarakat di desa-desa Kecamatan Lumbis Hulu, hanya mengandalkan lampu minyak atau genset swadaya untuk penerangan dan aktivitas sehari-hari. Kini, desa-desa tersebut kini dapat menikmati listrik PLN yang andal dan terjangkau.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan guna mewujudkan listrik di kawasan terpencil, PLN telah membangun infrastruktur kelistrikan di tengah kondisi geografis yang menantang di wilayah perbatasan.
“Pembangunannya meliputi pembangkit listrik berkapasitas 2 x 40 kW, Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 5,59 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,9 kms, serta 4 unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA,” kata Chaliq, Rabu (27/08/2025).
Pemasangan listrik di perbatasan Indonesia menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui PLN dan momentum ini bertepatan dengan bulan Kemerdekaan RI yang dimaknai sebagai tekad untuk menerangi wilayah tanpa batas.
Listrik yang kini menyala di Desa Tau Lumbis dan desa-desa lainnya bukan hanya menghadirkan cahaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat pedalaman
“PLN ingin memastikan bahwa masyarakat di pelosok mendapatkan hak energi yang sama dengan masyarakat di perkotaan,” ucapnya.
Kehadiran listrik tidak hanya meningkatkan rasio desa berlistrik di Kaltara, tetapi juga menjadi simbol keadilan energi hingga ke batas terluar negeri. Energi listrik kini menjadi jembatan tumbuhnya aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi di desa-desa yang sebelumnya terisolasi.
Saat ini PLN UID Kaltimra telah menyiapkan roadmap menuju 100% desa berlistrik di Kaltim dan Kaltara pada tahun 2027, dengan harapan seluruh pelosok negeri mendapatkan akses energi yang sama.
“PLN menegaskan komitmennya untuk melayani tanpa batas, menerangi hingga ke penjuru negeri, dan menghadirkan energi yang menjadi penggerak masa depan bangsa,” terangnya.
Kepala Desa Tau Lumbis, Panus Langkau, menyebutkan perubahan besar pasti akan dirasakan warga bersamaan masuknya penerangan listrik PLN di pedesaan.
“Desa kami benar-benar berubah. Kehadiran listrik tidak hanya memberi penerangan, tetapi juga membuka kehidupan baru. Terlebih hadir di momen kemerdekaan membuat kami semakin merasakan negara hadir di perbatasan,” ujarnya.
Sumber : PLN UID Kaltimra | Editor: Budi Anshori
Tag: Listrik Masuk DesaPLN