
JAKARTA.NIAGA.ASIA – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan terobosan baru terapi genetik untuk mengobati diabetes dan peran penting pankreas dalam metabolisme tubuh.
“Pankreas memproduksi insulin dan insulin ini adalah zat yang diperlukan untuk membawa masuk gula ke dalam sel. Kalau gulanya tidak masuk ke dalam sel karena gangguan fungsi pankreas atau resistensi insulin, maka pasien lama-lama gulanya menumpuk di dalam darah dan kalau diambil gula darahnya meningkat,” jelas Wamenkes, Senin (25/8/2025), dikutip Antara.
Wamenkes menyebutkan terapi insulin konvensional maupun transplantasi pankreas masih memiliki banyak keterbatasan.
“Salah satu cara untuk melakukan terobosan adalah dengan mentransplantasikan pankreas ke dalam pasien-pasien diabetes yang memerlukan insulin. Namun sulitnya transplantasi pankreas ini adalah karena setiap satu donor pankreas pasien diabetes yang akan ditransplantasikan pankreas itu, satu akseptor membutuhkan empat donor,” terang Wamenkes.
Sebagai alternatif, Wamenkes telah meriset yang berfokus pada pankreas buatan atau artificial pancreas yang dikembangkan dengan teknologi biomolekuler.
Ia memaparkan teknologi biomolekuler menjadi salah satu cara untuk memperoleh sel beta pankreas yang digunakan untuk menciptakan pankreas buatan.
Di samping itu Wamenkes Dante juga memaparkan pemulihan pankreas dengan metode pankreas buatan dapat dibantu dengan zinc finger protein-444 (Zfp444), yang akan menstimulasi sel untuk dapat membuat sel beta pankreas baru.
Oleh karena itu ia menyimpulkan riset dasar telah menemukan fakta bahwa penyakit diabetes ternyata bisa disembuhkan dengan teknologi biomolekuler.
“Riset klinis yang akan diujicobakan ke depan adalah menguji model hewan diabetes dan mengembangkan model delivery supaya tetap aman, dan riset klinis ini sudah dicobakan pada beberapa subjek manusia,” ujar Wamenkes.
Ia berharap temuan ini dapat dimanfaatkan oleh khalayak luas, khususnya dalam mengentaskan masalah diabetes di Indonesia.@
Tag: Diabetes