Terapkan Gaya Hidup Hemat, Generasi Muda Bisa Beralih ke Investasi Emas

Investasi emas dari Pegadaian. (Foto Pegadaian)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — PT Pegadaian menyarankan generasi muda memilih investasi emas sebagai upaya menerapkan gaya hidup hemat atau loud budgeting yang sedang tren saat ini.

Investasi emas menjadi tren di platform media sosial seperti TikTok. Berbeda dengan konsep hemat tradisional yang sering dicap pelit, gaya hidup hemat ini lebih menekankan pada prioritas keuangan yang tegas, untuk memangkas pengeluaran yang tidak perlu dengan tujuan yang lebih besar.

Seperti halnya yang dilakukan seorang karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aji, 28 tahun, salah satu pelopor gerakan gaya hidup hemat ini dengan tegas menyuarakan keinginannya untuk beralih ke investasi emas sebagai bentuk tabungannya, demi memiliki rumah impiannya. Terbukti dalam sebulan, dia mampu menabung emas lebih dari satu gram.

“Kalau dulu sering malu atau tidak enak saat menolak ajakan nongkrong mahal, setelah menyadari berhemat itu penting, sekarang saya dapat lebih berani dan tegas menolak ajakan teman-teman untuk ikut nongkrong ke kafe,” kata Aji, melalui keterangan tertulis Pegadaian diterima niaga.asia, Selasa 13 Januari 2026.

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, Dwi Hadi Atmaka, menilai tren itu sebagai langkah revolusioner dalam pengelolaan keuangan pribadi. Menurutnya, kesadaran generasi muda untuk mengendalikan impulsivitas belanja adalah kunci utama menuju kemandirian finansial.

“Apalagi saat ini generasi muda semakin melek finansial, dan semakin peduli terhadap berbagai jenis investasi, seperti Investasi emas,” kata Hadi.

Menurutnya, tren investasi emas ini melonjak signifikan dari tahun ke tahun. Hingga pertengahan Desember 2025, jumlah investor emas meningkat dan didominasi oleh generasi Z.

“Jumlah investasi emas dari generasi Z meningkat hingga 116 persen, sementara kelompok milenial tumbuh sebesar 49 persen,” terang Hadi.

Untuk mendukung tren positif ini, Pegadaian menawarkan kemudahan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Kini, investasi emas tidak lagi membutuhkan modal besar.

Masyarakat sudah bisa mulai menabung emas dengan nominal yang sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp10 ribu saja.

“Bagi nasabah Tabungan Emas Pegadaian, tren ini menarik dan dapat mempercepat pertumbuhan aset. Masyarakat tidak hanya dapat menghemat pengeluaran, namun juga membangun fondasi keuangan yang kokoh,” jelas Dwi.

Sementara Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menyebut fenomena ini mencerminkan pergeseran paradigma masyarakat menuju pengelolaan keuangan yang lebih sehat untuk simpanan masa depan.

“ini bukan soal menahan diri semata, tetapi tentang kesadaran untuk mengalokasikan pengeluaran pada hal-hal yang benar-benar bernilai jangka panjang,” ujar Rinaldi.

Produk Tabungan Emas Pegadaian sangat relevan dengan prinsip gaya hidup hemat, karena sifatnya yang fleksibel dan mudah diakses seluruh kalangan masyarakat. Masyarakat tidak perlu lagi menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai berinvestasi.

“Dengan nominal yang kecil dan kemudahan transaksi melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, masyarakat tidak perlu menunggu punya uang banyak untuk mulai berinvestasi,” demikian Rinaldi Lubis.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: