Terbukti Miliki Sabu dan Ekstasi, Zulfan Dihukum Penjara 9 Tahun 6 Bulan

Kasi Pidum Kejari Nunukan, Amrizal SH. (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA– Zulfan (34) warga Yamaker, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, dihukum Pengadilan Negeri (PN) Nunukan  9 tahun 6 bulan dan pidana denda Rp 3 miliar subsider 1 tahun pidana kurungan.

Pembacaan vonis terpidana kepemilikan narkotika sabu seberat 1 kilogram lebih dan 589 pil ekstasi dipimpin Ketua Majelis Hakim Herdiyanto Sutantyo dengan hakim anggota Bim Putro Sejati dan Daniel.

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Amrizal mengatakan putusan pokok majelis hakim, berkesesuaian dengan tuntutan jaksa yang meminta terpidana divonis 9,6 tahun dan denda Rp 3 miliar subsider 1,6 tahun.

“Karena putusan hakim sesuai dengan tuntutan jaksa, maka Kejari Nunukan, tidak mengajukan upaya hukum lainnya,” kata Amrizal pada Niaga.Asia, Kamis (20/01/2022).

Zulfan secara sah terbukti menguasai, memiliki narkotika sabu serta pil ekstasi tanpa izin, perbuatannya bertentangan dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider pasal 112 ayat (2) Undang – Undang (UU) RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Hal memberatkan terpidana adalah jumlah barang bukti sabu cukup banyak yang jika di totolkan dengan dua terpidana lainnya Farel dan Jili mencapai hampir 2 kilogram ditambah ekstasi. Zulfan juga bertindak sebagai pelaku utama.

“Pelaku utamanya Zulfan, Farel (29) dan Jili (26) hanya ikut-ikutan membantu mengedarkan sabu dan ekstasi,” ucapnya.

Ketiga tersangka Zulfan, Farel dan Jili saling bersaksi dalam persidangan, ketiganya didakwa dengan pasal yang sama dan ketiganya dikategorikan sebagai pengedar atau bandar, karena menyimpan narkotika cukup banyak.

“Pembacaan putusan tanggal 11 Januari 2022 lalu, sampai sekarang tidak ada kabar banding dari terpidana,” tutur Amrizal.

Zulfan diamankan saat berada di pelabuhan SDF Tarakan bersama seorang Jili, kedua ditangkap  hasil koordinasi antara Polres Nunukan dengan Polres Tarakan pada 14 Juli 2021 dengan  barang bukti 4 bungkus seberat 1 kilogram dan 589 butir pil ekstasi.

Penangkapan Zulfan sendiri berawal dari tertangkapnya Farel warga Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat, yang saat kejadian berada di Jalan Iskandar Muda RT 13 Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, pada 14 Juli 2021.

Dari tangan Farel, Polisi mengamankan sabu dan ekstasi yang disembunyikan di kandang ayam belakang rumah. Farel mengaku barang bukti narkotika adalah milik Zulfan.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: