Pengambilan swab tenggorok untuk penegakkan diagnosa Covid-19, yang dilakukan di area Bandara APT Pranoto Samarinda, Kamis (30/6). (Foto : HO/Bandara APT Pranoto)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Angka penambahan kasus positif dan sembuh dari Covid-19 di Kalimantan Timur, masih silih berganti. Hari ini, ada 205 kasus baru. Sedangkan kasus sembuh, ada 234 kasus. Dari total 12.685 kasus di Kalimantan Timur, 4.005 kasus diantaranya ada di Samarinda, sekaligus masih tertinggi di Kalimantan Timur.

Dilansir Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Timur, tiga besar daerah penyumbang 205 kasus baru positif Covid-19 itu selain Samarinda 108 kasus, Bontang 41 kasus, juga Balikpapan 28 kasus.

Info grafis kasus harian Covid-19 Kalimantan Timur per Jumat (23/10). (Sumber : Dinkes Kaltim)

“Ada 1.744 kasus yang sedang proses menunggu hasil pemeriksaan swab di laboratorium,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, dikutip Niaga Asia, melalui penjelasan tertulis, Jumat (23/10).

Andi menerangkan, ada 1 kasus pasien positif Covid-19 di Kutai Kartanegara, berkode pasien KKR1.705 yang dilaporkan meninggal hari ini. “Pemakaman dan pemulasaran sesuai Covid-19 sesuai protokol Covid-19. Sehingga, total kasus meninggal ada 454 orang,” ujar Andi.

Sementara, penambahan kasus sembuh dari Covid-19 hari ini cukup signifikan 234 kasus. Diantaranya, Kutai Timur mencatatkan 115 kasus sembuh. Disusul Samarinda 48 kasus, dan Balikpapan 38 kasus.

“Untuk yang masih berstatus perawatan (baik isolasi mandiri maupun dirawat di rumah sakit), ada 2.720 kasus,” terang Andi.

Dirinci lebih jauh, Kutai Kartanegara mencatatkan angka kasus pasien perawatan Covid-19 paling banyak hingga 846 kasus. Kemudian, disusul 616 kasus di Samarinda, dan 538 kasus di Balikpapan.

Dengan begitu, per hari ini, kota Samarinda paling banyak mencatatkan kasus positif Covid-19 sejak awal pandemi di Maret 2020 lalu dengan 4.005 kasus. Disusul kota Balikpapan 3.676 kasus, Kutai Kartanegara 2.039 kasus, Kutai Timur 919 kasus, Bontang 918 kasus, Paser 435 kasus, Berau 343 kasus, Kutai Barat 199 kasus, Penajam Paser Utara (PPU) 131 kasus, dan Mahakam Ulu 20 kasus. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *