Terlibat Peredaran Miras, Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad Amankan Dua WN Malaysia

Serah terima  miras tangkapan Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad kepada Kantor KPPBC Nunukan. (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Dua dari sejumlah tersangka kepemilikan minuman keras (miras) tangkapan Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad di wilayah perbatasan Indonesia  Kabupaten Nunukan, merupakan warga negara Malaysia.

“Kedua warga Malaysia itu  tertangkap di Pos Dalduk, Kecamatan Lumbis Pensiangan,” kata Komandan Satgas Pamtas (Dansatgas) Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad, Letkol Arh Drian Priyambodo saat memberikan keterangan dalam acara serah terima miras di kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Nunukan, Senin (20/09).

Tersangka warga Malaysia masing-masing, Rebit (15) dan Bakanus (27) warga jalan Desa Bantul, Pagalungan, Malaysia. Keduanya tertangkap saat anggota Satgas Pamtas melakukan sweeping di sekitar alur sungai Pensiangan Labang, Kecamatan Lumbis Pensiangan.

Kurir miras tersebut diamankan pada 05 September 2021 dengan barang bukit 132 botol Black Jack, 744 kaleng Walton, 72 kaleng Grona, 24 kaleng Holan, kartu identitas berkewarganegaraan Malaysia dan sebuah perahu longboat.

“Jumlah miras ilegal dari kasus warga Malaysia sebanyak 20 kiss atau kotak,” ucapnya.

Kronologi penangkapan tersangka berawal dari informasi akan adanya warga yang melintas  dari alur Sungai Pagalungan Malaysia, mengarah ke jalur Sungai Pensiangan Indonesia

Melihat jalur perbatasan penghubung antar negara adalah sungai, maka dilakukan perintah kepada Danki SSK 4 Labang Lettu Arh Ogin Adiguna melaksanakan kegiatan sesuai protap pengetatan pengawasan situasi di pinggir jalur Sungai Pensiangan.

Longboat tersangka tidak mengurangi kecepatan saat melintasi pos Dalduk dan tidak mengindahkan peringatan berhenti, makanya kita kejar sampai dapat,” jelasnya.

Dansatgas Pamtas menuturkan, miras hasil penyitaan dari pos-pos pengawasan terdiri 836 kaleng dan 870 botol serta 11 jerigen miras jenis tuak total berat 1.026 liter yang perkaranya dilimpahkan ke KPPBC Nunukan sebab, masuk secara ilegal atau tanpa dokumen.

Selain serah terima barang bukti, tersangka pemilik ataupun kurir telah pula limpahkan ke instansi berwenang, Imigrasi Nunukan.

“Semua tersangka sudah kita serahkan ke instansi berwenang, termasuk warga Malaysia dilimpahkan ke kantor Imigrasi Nunukan,” terangnya.

Sementara itu, kepala KPPBC Nunukan Chairul Anwar menyebutkan, peredaran miras ilegal merugikan negara dari sektor bea masuk. Cukai dan pajak dalam rangka impor atas penegakan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal ini mencapai Rp 149.313.000.

“Miras diserahkan Satgas Pamtas ke KPPBC cukup banyak, nilai kerugian negara hampir mencapai 150 juta,” terangnya.

Anwar menjelaskan, barang MMEA merupakan barang kena cukai dan sifatnya dikendalikan, serta dibatasi karena keberadaan barang memiliki berdampak terhadap kesehatan, keamanan dan ketertiban.

Mengingat barang merupakan produk dibatasi untuk ekspor dan impor miras, maka keberadaan miras ini ditetapkan sebagai Barang Dikuasai Negara (BDN) dan sepenuhnya dibawah pengawasan Bea Cukai.

“Serah terima Miras ini bentuk wujud kolaborasi antara bea cukai dan Satgas Pamtas dalam menjaga wilayah perbatasan,” ucapnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: