Terpisah dari Induknya, Bayi Orangutan di Kutai Timur Ini Diselamatkan Warga

Bayi orangutan yang diselamatkan warga. Dandim 0906 Sangatta Letkol Czi Pabate meminta semua pihak turut serta melindungi orangutan. (Foto : istimewa)

SANGATTA.NIAGA.ASIA – Satu bayi individu orangutan (Pongo Pygmaeus), ditemukan warga tersesat di hutan Kutai Timur. Diduga, orangutan itu terdesak lantaran habitatnya terus tergerus, hingga terpisah dari induknya.

“Benar, bayi orangutan itu ditemukan warga dua hari lalu. Kemudian, disampaikan ke Babinsa (Babinsa Koramil 0909-06 Bengalon Serka Rudi Hartono),” kata Dandim 0909 Sangatta Letkol Czi Pabate, dihubungi Niaga Asia, Kamis (5/11).

Keterangan diperoleh, bayi itu ditemukan di hutan, kawasan jalan poros Bengalon – Muara Wahau, di Kutai Timur, di sekitar kawasan kilometer 85-93.

Pabate menerangkan, saat ditemukan warga, kondisi bayi orangutan itu lemah. “Seperti bingung, karena kan terpisah dari induknya,” ujar Pabate.

Dijelaskan Pabate, diduga bayi orangutan itu kian terdesak, lantaran habitatnya yang semakin menyempit. “Habitatnya berkurang, jadi orangutan ini, perlu perhatian juga,” ungkap Pabate.

“Khawatirnya, orang tidak paham. Jadi, bisa menganggap orangutan itu sebagai musuh, kemudian ditembak. Itu berbahaya,” terang Pabate.

Pabate mengajak semua pihak, utamanya masyarakat Kutai Timur, turut dan terus menerus mengkampanyekan perlindungan satwa orangutan.

“Kalau menemukan, agar disampaikan kepada petugas. Baik TNI dan Polri, karena kita di wilayah, akan menyampaikan lagi kepada yang berwenang menangani perlindungan orangutan,” tegas Pabate.

“Orangutan harus kita lindungi, dilestarikan. Jangan sampai nanti, Orangutan hanya tinggal nama bagi generasi penerus kita,” sebut Pabate mengingatkan.

Setelah sempat diberi asupan makan dan susu, akhirnya bayi orangutan itu diserahkan ke NGO dan BKSDA Kalimantan Timur. “Sampai nanti tiba waktunya, akan dilepasliarkan lagi,” tutup Pabate. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *