aa
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Wahyu Widhi Heranata didampingi Manager External PT ABN, Bambang dan staf Bidang Minerba ESDM Kaltim, Wagimo berdialog dengan Norsaad dan tetangganya, warga korban terdampak tanah longsor di RT 09 Kelurahan Jawa, Sangasanga, Jumat (30/11). (Foto Intoniswan)

SANGASANGA.NIAGA.ASIA-Meski secara teknis belum ada bukti terjadinya bencana tanah longsor di RT 09 Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (kukar) terkait dengan aktifitas penambangan batubara oleh PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), hari Kamis (29/11/2018) pukul 1400 Wita, tapi penanganan pasca darurat bencana sudah baik.

Enam kepala keluarga (KK) yang bagunan rumah dan warungnya terbawa tanah longsor dan 11 KK lainnya juga terdampak tidak langsung (rumahnya miring dan retak-retak) sudah diungsikan dan biaya hidupnya ditanggung PT ABN. 17 KK itu ada yang tinggal di rumah keluarganya masing-masing dan ada pula yang sementara tingga di rumah sewaan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Wahyu Widhi Heranata setelah meninjau langsung lokasi tanah longsor yang juga memutuskan jalan Provinsi Kaltim yang menghubungkan Sangasanga-Muara Jawa, Jumat (30/11) pukul 09.30-11.30 Wita. “Sampaikan ke masyarakat (publik) tidak ada korban jiwa,” kata Wahyu pada wartawan.

Jalan Sangasanga-Muara Jawa Putus Akibat Aktivitas Tambang PT ABN

Empat Rumah Warga Ikut Amblas Bersamaan Putusnya Jalan Sangasanga-Muara Jawa

Di lokasi bencana Wahyu Widhi diterima Manager External PT ABN, Bambang, Camat Sangasanga, Gunawan, Kapolsek Sangasanga,  HM Afnan, Danramil Sangasanga, S Winarto, serta berdialog dengan warga korban bencana, Sukardiono, Kisworo, dan Norsaad.

Saat melakukan peninjauan lapangan, Dinas ESDM Kaltim juga membawa 5 Inspektur Tambang (IT) yang dikoordinir oleh Denny untuk 2 hari ke depan melakukan penelitian sebab-sebab terjadinya longsor bersama tenaga teknik tambang PT ABN, staf Bidang Minerba, Wagimo. Sore hari juga akan bergabung tenaga sipil jalan dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPRPR) Kaltim.

aa
Tanah longsor, hari Kamis (29/11) pukul 14.00 Wita bergerak sejauh 200 meter ke arah lokasi penambangan batubara PT ABN. (Foto Intoniswan)

Badan jalan yang benar-benar putus terbawa longsor lebih kurang 50 meter dan 50 meter lainnya retak-retak dan kondisinya juga rawan longsor. Dalam peristiwa itu longsor juga menghayutkan badan jalan inspeksi PT Pertamina. Kawasan yang longsor jenis tanahnya lebih banyak mengandung pasir dan terletak di lembah yang diapit dua perbukitan. Jarak dari aktifitas penambangan batubara oleh ABN sekitar 200 meter.

Kedua sisi jalan yang longsor dan rawan longsor juga telah dipasang garis Polisi dan sedang dikerjakan ditutup dengan seng. Petugas dari PDAM Sangasanga juga telah mengecek kerusakan pipa distribusi air bersih. Petugas PLN juga sedang memperbaiki posisi kabel listrik yang kendur dan menempel ke atap rumah warga. Polisi juga sudah berjaga-jaga mengamankan lokasi dan meminta masyarakat agar tidak mendekati lokasi bencana yang masih rawan.

Manager External PT ABN, Bambang menjelaskan, 17 KK yang terdampak langsung maupun tidak langsung dari bencana tanah longsor sudah ditangani. Komitmen awal adalah menanggung biaya hidup warga terdampak langsung maupun tidak langsung. Warga bisa mencari rumah sewaan atau tinggal di rumah kerabatnya untuk sementara dengan perjanjian akan menerima kompensasi untuk sewa rumah dan biaya hidup sehari-hari. “Sudah kita tangani dan kita akan terus berkomukasi dengan warga yang jadi korban,” kata Bambang.

aa
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Wahyu Widhi Heranata didampingi Manager External PT ABN, Bambang dan staf Bidang Minerba ESDM Kaltim, Wagimo meninjau warga terdampak tanah longsor di RT 09, Sukardino dan Kisworo yang sementara mengungsi ke rumah kerabatnya di RT 07 Kelurahan Jawa, Jumat (30/11) (Foto Intoniswan)

Disebutkan pula, upaya warga mencari rumah sewaan dan atau tinggal sementara di rumah kerabatnya dipantau oleh karyawan ABN yang ditunjuk khusus. Ini hari kedua pasca darurat bencana, sehingga belum semuanya sempurna, tapi komunikasi berjalan lancar. “Apabila hari ini ada warga korban belum dapat rumah sewaan atau tidak nyaman menumpang di rumah keluarganya, akan kita tempatkan di mess ABN,” ujar Bambang.

Khusus untuk jalan alternatif bagi pengguna jalan yang akan ke Muara Jawa atau dari Muara Jawa ke Sangasanga, untuk kendaraan roda 2 dan roda 4 bisa menggunakan jalan alternatif di RT 09 Kelurahan Jawa, selama dalam perjalanan di jalan alternatif akan dipandu petugas lapangan dari ABN. Kemudian untuk kendaraan besar, roda 6, kata Bambang, dialihkan ke jalan tambang ABN, masuk dari arah jalan ke Pendingin, masuk ke jalan tambang, dan keluar lagi di jalan provinsi. “Kita juga akan pandu selama melintasi jalan tambang,” ujarnya.

Menurut Bambang, untuk penangan bencana pasca longsor yang bersifat teknis, telah dilakukan penguncian tanah di bagian bawah kawasan yang longsor dengan menguruk tanah dalam jumlah cukup banyak yang berfungsi sebagai penahan.

Wahyu Widhi Heranata yang juga meninjau warga korban terdampak yang tinggal di rumah sewaan dan rumah kerabatnya menilai penanganan pasca darurat bencana oleh PT ABN sudah baik dan menyatakan puas. Tapi dia mengingatkan karena penanganan pasca bencana masih berlanjut dengan persoalan hak-hak warga terdampak langsung maupun tidak langsung, komunikasi antara warga dengan ABN tidak boleh terputus. “Jaga komunikasi dengan warga terdampak,” kata Wahyu kepada Bambang dihadapan warga terdampak, Sukardiono, Kisworo, dan Norsaad.

aa
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Wahyu Widhi Heranata didampingi Manager External PT ABN, Bambang dan staf Bidang Minerba ESDM Kaltim, Wagimo mendengarkan penjelasan dari Camat Sangasanga, Gunawan, dan unsur Muspika Sangasanga, serta tenaga teknik tambang PT ABN tentang penanganan pasca darurat bencana tanah longsor di RT 09 Kelurahan Jawa, Sangasanga, Jumat (30/11). (Foto Intoniswan)

Untuk penanganan secara teknis di kawasan longsor, kata Wahyu, ABN sudah diminta melibatkan tenaga teknik tambangnya bersama inspektur tambang, dan tenaga sipil jalan dari DPUPRPR Kaltim, serta lainnya, termasuk Dinas Lingkungan Hidup. “Semuanya OPD yang berkepentingan baik dari Pemprov Kaltim maupun Pemkab Kukar dalam dua hari ini melakukan penelitian lapangan, selanjutnya hari Minggu atau Senin, laporannya sudah masuk, sehingga penanganan secara tekn is pas bencana sudah ditemukan solusinya,” kata Wahyu. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *