Ax
Lampu runway sangat berguna tidak hanya memandu pilot untuk mendarat di tengah cuaca buruk, melainkan juga untuk mendukung penerbangan malam hari (foto : istimewa/net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Maskapai Garuda Indonesia dan Batik Air tujuan Bandara APT Pranoto di Samarinda (AAP), pagi tadi kembali mengalihkan pendaratannya ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, di Balikpapan (BPN). Gara-garanya cuaca buruk, dan ketiadaan alat bantu pendaratan di bandara ibu kota provinsi itu.

Menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800, Garuda Indonesia PK-GNU dijadwalkan landing pukul 10.05 WITA. Sementara Batik Air menggunakan Airbus A320 PK-LAY, seharusnya mendarat pukul 10.00 WITA.

Kedua maskapai penerbangan nasional itu, memutuskan untuk mengalihkan pendaratan, ke Bandara SAMS di Balikpapan. Memang, pagi tadi, kota Samarinda bercuaca buruk, lantaran awan mendung tebal, disertai hujan dan angin kencang.

“Jarak pandang di bawah 1 kilometer, dan itu riskan. Di APT Pranoto, juga tidak ada alat bantu pendaratan . Jadi, penerbangan divert (dialihkan) ke Balikpapan,” kata Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi, dikonfirmasi Kamis (21/3).

Alat bantu pendaratan yang dimaksud Dodi, adalah Air Field Lighting (AFL) untuk penerangan runway, dan juga Instrument Landing System (ILS). Kelengkapan bandara itu, sangat mendesak untuk segera dipenuhi, agar Bandara APT Pranoto, benar-benar memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Sebab, AFL dan ILS tidak hanya berfungsi untuk memandu pilot yang selama ini mengandalkan pandangan visual untuk mendarat di Bandara APT Pranoto, melainkan juga bermanfaat untuk penerbangan dan pendaratan di malam hari.

“Soal (kelengkapan bandara) itu, semua sudah saya sampaikan ke Kemenhub. Di sisi lain, saya juga sudah membenahi kebersihan di terminal. Pembenahan terus kita lakukan,” ungkap Dodi.

Sedikitnya, sudah ada 5 kali penerbangan tujuan bandara dengan pergerakan penumpang rata-rata hampir 3.500 per hari itu, terpaksa dialihkan ke Balikpapan. Dengan pengalihan pendaratan itu, tentu berdampak bagi banyak pihak. Baik itu maskapai, pemasukan bagi Bandara APT Pranoto sendiri, hingga tentunya efisiensi waktu penumpang. Namun demikian, beranjak tengah hari ini tadi, kedua maskapai itu, kembali terbang ke Samarinda, menyusul membaiknya cuaca di Samarinda.

Bandara APT Pranoto, punya ukuran panjang runway 2.250 meter dan lebar runway 45 meter. Bandara itu, mampu didarati pesawat Boeing 737-800, B737-900 ER serta Airbus A320. Sejauh ini, bandara itu melayani penerbangan ke Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, serta Banjarmasin. Baik itu dari maskapai Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Xpress Air, NAM Air, serta Susi Air. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *