Tidak Tobat, Ditangkap Lagi karena Mencuri

SU alis OT residivis perkara pencurian uang dan barang di rumah dinas Bea Cukai Nunukan (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Bebas dari pidana penjara 1,2 tahun atas perkara pencurian tahun 2017 tidak membuat SU alias OT tobat. Lelaki berusia 29 tahun ini kembali tertangkap lagi dalam kasus pencurian, bahkan mencuri di lokasi sebelumnya, yang mengantarnya ke penjara.

“Pelaku residivis perkara pencurian tahun 2017 dan vonis penjara 1,2 tahun di Lapas Nunukan,” kata Kasi Humas Polres Nunukan, Iptu Supriadi pada Niaga.Asia, Selasa (21/06/2022).

SU diamankan Senin (20/06/2022) atas laporan pencurian uang dan barang bulan Mei hingga Juni di rumah dinas kantor Bea Cukai Nunukan di Jalan Moh Hatta, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan.

Aksi pencurian bulan Mei terjadi sebanyak 2 kali dengan nilai kerugian uang tunai mencapai Rp 9,2 juta dan 1 buah kartu ATM, adapun bulan Juni berupa 1 unit handphone beserta yang tunai Rp 1 juta.

“Total pencurian uang tunai dan benda dari bulan Mei hingga terakhir 19 Juni 2022 sekitar Rp 14 juta,” sebutnya.

Pengungkapan kasus berawal dari rekaman CCTV yang terpasang di rumah dinas Bea Cukai Nunukan. Pelaku tergambar secara visual masuk melalui kaca nako yang sudah dilepas dan dengan sigap mengambil barang berharga.

Dari bukti rekaman CCTV, Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa  saksi, lewat visual video itukah, penyidik menganalisa profiling id serta keberadaan pelaku yang mengarah disebuah rumah persembunyian di jalan Pelabuhan Nunukan.

“Penangkapan sekitar pukul 02.30 Wita dan pelaku ketika itu sedang tidur lelap di rumah orang,” kata Supriadi.

Pelaku mengakui semua melakukan pencurian sejak Mei hingga Juni di rumah dinas Bea Cukai Nunukan, dengan cara masuk melalui kaca nako dibuka secara paksa.

Sebagian hasil pencurian telah habis dipergunakan untuk bermain judi online. Pelaku juga membenarkan pernah tersandung kasus pencurian tahun 2017 di rumah dinas Bea Cukai jalan Pendidikan Nunukan.

“Kita kenakan Pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 7 tahun,” jelasnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: