Murid SDN 03
Murid SDN 03 Desa Sri Nanti belajar di lantai. (budi anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tiga anggota DPRD Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, H Danni Iskandar, Hj Andi Krislina, dan Hj  Hadra Andi Hamid, akhirnya mengeluarkan dana dari kantong pribadi untuk membantu sebagian pengadaan mebeler bagi SDN 03 Desa Sri Nanti, Kecamatan Nunukan.

Hal itu dilakukan ketiganya seteklah melakukan peninjauan langsung kesekolah tersebut usai usai menghadiri kegiatan Musrenbang di Kecamatan Sei Menggaris, Kamis (08/02). Saat ini tidak kurang dari 80 murid di sekolah tersebut menjalani proses belajar di lantai sekolahnya karena ketiadaan kursi dan meja, bahkan papan tulis.

Bangunan SDN 03 Sri Nanti, termasuk mebeler hangus dilalap api tahun 2016. Tahun 2017 dibangun 4 ruang kelas belajar (RKB) menggunakan dana CSR dari PT Nunukan Jaya Lestari (NJL) dan sudah selesai. Sebelumnya, juga sudah ada kesepakatan antara Pemkab Nunukan dengan PT Pohon Emas Lestari (PEL), mebeler untuk sekolah tersebut akan dibelikan oleh PEL, tapi hingga saat ini, PEL hanya membantu pengadaan 20 kursi dan meja.

“Kita tidak tahu persis kesepakatan antara Pemkab Nunukan dengan PT PEL, tapi di sekolah itu kita temukan, puluhan murid belajar sampai duduk di lantai, bahkan ada yang belajar sambil berbaring-baring,” kata Ketua DPRD Nunukan, H Danni Iskandar kepada Niaga.asia. “Makanya kita patungan menambah mebeler,” sambungnya.

lihat juga: 3 Guru Berhenti, 1 Guru Mengajar Enam Kelas Berbeda

Hj  Andi Krislina, anggota Komisi I DPRD Nunukan menyebutkan, keterbatasan mebeler di  SDN 03 Sri Nanti pernah diutarakan guru dan orang tua murid saat bertemu dalam kegiatan reses DPRD Nunukan tahun lalu.  Kalau melihat fakta sekarang ini, lanjutnya, rupanya PEL  belum melaksanakan seluruh kesepakatan, membelikan mebeler. “PEL hanya membelikan  20 kursi dan 20 meja. Padahal sekolah memerlukan sekitar 100 kursi dan meja untuk 4 ruang kelas,” ujarnya.

Menurut Krislina, untuk mengatasi kekurangan mebeler, dia mengajak rekannya Danni dan Hadra patungan menyumbang meja, kursi dan papa tulis. “Saya  menyumbangkan 20 kursi dan meja, ditambahkan 4 papan tulis. Sedangkan Ibu Hadra dan Pak Danni  menyumbang kekurangannya,” kata Krislina.

Danni Iskandar dalam penjelasannya menambahkan,  DPRD Nunukan sempat berinisiatif mendesak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memasukan anggaran pengadaan mebeler SDN 03 Desa Sri Nanti melalui Dinas Pendidikan, tapi setelah melihat fakta di lapangan, ketersediaan mebeler sudah sangat mendesak dan memerlukan penanganan cepat . Mustahil saat ini bisa terealisasi, sebab pemerintah pasti akan berdalih harus menunggu usulan Disdik di APBD perubahan mendatang. “Kalau menunggu APBD perubahan terlalu lama, sedangkan kebutuhan sekolah mendesak, kasihan anak-anak sekolah melantai kedinginan,” beber Danni.

Selain menemukan persoalan mebeler, Krislina  juga menemukan  bantuan pakaian seragam sekolah yang disalurkan Disdik tahun 2017 . Pasalnyabermasalah. Banyak baju dan celana atau rok yang diterima murid tidak cocok  ukurannya, padahal, menurut laporan Disdik Nunukan, semua murid SDN akan diberikan pakaian seragam sesuai ukuran badan masing-masing.

Artinya, kata Krislina lagi, sebelum melakukan pengadaan seragam yang nilai angggaran mencapai Rp 3 miliar lebih, rupanya tidak melakukan pengukuran badan murid-murid. “Bantuan seragam ini bagus, tapi apalah artinya kalau seragam tidak bisa digunakan, ada yang kebesaran,  kekecilan atau mungkin seragam ini tertukar dengan sekolah lain,” imbuhnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *