aa
Bambang Manumayoso, Presdir PT Pertamina Hulu Indonesia. (Foto Intoniswan)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Sumur minyak dan gas di Kalimantan Timur memasuki fase IV atau  1 fase sebelum mendekati mau habis cadangannya. Atas sumur-sumur tua itu tengah dilakukan upaya-upaya penggalian lebih dalam atau istilahnya “didandani” disamping upaya-upaya melakukan eksploirasi disejumlah wilayah kerja, termasuk di lepas pantai atau 12 mil laut lebih dari pantai

Hal itu diungkapkan Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manuyoso saat berbicara pada Seminar Energi Wilayah Kalimantan Timur di Lamin Etam, Samarinda, Kamis (13/9). Blok Migas di Kaltim yang berada di Fase IV adalah Attaka, Mahakam, dan East Kalimantan. Blok Sangasanga berada di Fase V.

Menurut Bambang, blok migas di Kaltim yang sudah memasuki fase mau habis adalah Blok Sangasanga dengan sebutan Fase V. Secara keseluruhan, atau nasional produksi migas juga menurun, trend demikian akan terus berlangsung hingga 15 tahun ke depan apabila tidak ditemukan cadangan baru. Sedangkan cadangan minyak dunia diperkirakan tinggal untuk 50 tahun.

Untuk mempertahankan maupun meningkatkan produksi migas di blok-blok migas di Kaltim, diperlukan investasi baru miliran dolar AS. Menurut Bambang, untuk Blok Attaka diperlukan investasi baru 4,5 miliar USD, Blok Sangasanga 9,7 miliar USD, untuk Blok Mahakam 37 miliar USD, dan Blok East  sebanyak 5 miliar USD. “Total investasi yang diperlukan untuk 4 blok migas itu 56 miliar USD, sedangkan perkiraan pendapatan lebih kurang 277 miliar USD,” kata Bambang.

Ditambahkan pula ke 5 blok migas tersebut berada di Fase 4, investasi diperlukan untuk mempertahankan agar produksi tidak berkurang, atau tetap lebih besar dari yang sekarang. Investasi diperlukan dalam jumlah besar karena memerlukan teknologi tinggi (intensif). (001)

Berita Terkait