Tiga Napi di Kaltim Tersangka Kasus 1 Kg Sabu di Samarinda

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli (tengah) memperlihatkan barang bukti dari dua kasus narkotika, Senin 27 Juni 2022. (Foto : niaga.asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Polisi membongkar jaringan pengedar 1 kilogram sabu di Samarinda. Empat orang jadi tersangka. Di mana tiga di antaranya adalah narapidana di Lapas Narkotika Samarinda dan Lapas Balikpapan.

Kasus itu terbongkar hari Minggu 19 Juni 2022. Polisi mengendus dugaan peredaran sabu dan lebih dulu menangkap AS di Jalan AM Rifaddin kawasan Samarinda Seberang, dengan barang bukti 1 kilogram sabu yang baru saja diambil.

“Pelaku (AS) ini tinggal di kawasan Loa Janan,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli, dalam pernyataannya kepada wartawan di kantornya, Senin.

Ary menerangkan, dari penangkapan AS terungkap berkaitan dengan narapidana yang mendekam di penjara Lapas Narkotika di Samarinda dan Lapas Balikpapan.

Polisi menetapkan lima tersangka dari dua pengungkapan kasus narkotika. Tiga di antaranya ada di Lapas Narkotika Samarinda dan Lapas Balikpapan (Foto : niaga.asia)

“Satu tersangka di Lapas (Balikpapan) ini berkoordinasi dengan (warga binaan) di Lapas Samarinda, minta dicarikan penunggang (pesuruh),” ujar Ary.

Dari dua Lapas itu, satu orang berada di Lapas Balikpapan dan dua orang di Lapas Narkotika juga ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus itu, keseluruhan polisi menetapkan 4 tersangka.

“Dimungkinkan mereka (narapidana dua Lapas) berkomunikasi menggunakan alat komunikasi. Kasus ini terungkap tentu dari kerja sama Polresta Samarinda bersama kedua Lapas,” terang Ary.

Polisi masih menyelidiki asal 1 kg sabu yang rencananya akan diedarkan di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Sejumlah orang juga ditetapkan buron usai masuk daftar pencarian orang (DPO).

Barang bukti yang disita kepolisian dari pengungkapan dua kasus narkotika diperlihatkan kepada wartawan, Senin 27 Juni 2022 (Foto : niaga.asia)

“Tersangka (AS) adalah pemain baru, belum menerima upah (sebagai pesuruh). Kita akan terus pelajari modus operandi mereka mengedarkan sabu,” jelas Ary.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Samarinda Kompol Rido Doly Kristian menambahkan, satu orang berhasil kabur saat pengejaran dan penangkapan AS di Jalan AM Rifaddin, dan kini masuk DPO.

“Ada satu orang yang kabur dengan melompat tembok,” kata Rido.

AS jebloskan ke penjara. Penyidik menjeratnya dengan pasal 114 junto pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara.

Sebelumnya pada 1 Juni 2022, kepolisian juga menggagalkan peredaran 119 gram sabu dan menetapkan satu tersangka sebagai kurir, usai ditangkap di kawasan Jalan HM Ardans, Samarinda. Tersangka dikendalikan seorang bandar sabu yang juga kini dalam pengejaran kepolisian.

Penulis : Saud Rosadi | Editor : Saud Rosadi

Tag: