Tiga Pekerja Migran yang Dideportasi Malaysia ke Nunukan Alami Gangguan Jiwa 

Tiga PMI yang alami ganguan jiwa di penampungan BP2Mi dijaga Satpol PP Nunukan (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tiga dari 148 pekerja migran Indonesia (PMI) yang dideportasi Pemerintah Malaysia ke Indonesia melalui pelabuhan Tunon Taka Nunukan, (Kamis (25/11/2021) alami gangguan jiwa.

“Awalnya dilaporkan 150 orang, tapi setelah kita cek jumlah deportasi 148 orang. PMI dari Tawau ke Nunukan menggunakan kapal cepat Mid East Express,” kata Sub-Koordinator Perlindungan dan Penempatan UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, pada Niaga.Asia, Jum’at (26/11).

Dua orang PMI yang gagal dipulangkan dikarenakan hasil pemeriksaan PCR dinyatakan positif terpapar Covid-19. Keduanya kemudian dikembalikan ke penampungan sementara di Tawau, Malaysia.

Pada laporan surat deportasi sebelumnya, perwakilan Pemerintah Indonesia di Malaysia, awalnya mengusulkan pemulangan 377 orang PMI yang berada di kota Kinabalu, namun Pemerintah Malaysia hanya meloloskan 150 orang.

“Data deportan,  laki-laki dewasa 108 orang, perempuan dewasa 27 orang, anak laki-laki 9 orang dan anak perempuan 4 orang,” sebutnya.

Dari 148 PMI deportasi, terdapat tiga orang laki-laki dewasa disertai catatan khusus yakni, pernah menjalani pengobatan kejiwaan atau gangguan mental di Hospital Mesra Bukit Padang, Kota Kinabalu, Malaysia.

Ketiga PMI ini adalah mantan narapidana kasus kejahatan tahun 2006 – 2008 yang mendapat kebebasan dari Pemerintah Malaysia, setelah beberapa bulan diberikan pengobatan dan dinyatakan sehat.

“Nama dan kasusnya kita rahasiakan karena menyangkut keselamatan dan pribadi orang. ketiga dihukum atas kasus yang sama, tapi berbeda kejadian,” jelasnya.

Setelah rombongan PMI tiba di Nunukan, ketiga PMI dipisahkan dari PMI lainnya yang menjalani karantina di komplek Rusunawa Jalan Sedadap, Kecamatan Nunukan Selatan.

Penempatan ketiga PMI awalnya diarahkan ke penampungan Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) milik Dinas Sosial Nunukan, dibatalkan karena sarana dan fasilitas yang kurang memadai.

“RPTC Nunukan minim fasilitas, katanya lampu rusak ditambah sarana lainnya, makanya kita arahkan ke penampungan BP2MI Nunukan,” tutur dia.

Secara fisik, ketiga PMI terlihat sehat hanya saja perilakunya lebih banyak menyendiri dan murung, begitu pula saat petugas BP2MI melakukan klarifikasi pendataan riwayat hidup hanya dijawab seadanya

Agar tidak menimbulkan tekanan bagi mentalnya, petugas hanya bertanya hal-hal ringan terkait daerah asal untuk data pemulangan ke kampung halaman ataupun data keluarga yang dapat dihubungi.

“Kondisinya sehat sih, tapi tidak seperti kita orang normal, kalau ditanya dijawab seadanya, mereka tidak agresif dan tetap bisa berkomunikasi,” ujarnya.

Pemulangan PMI.

Seluruh eks PMI akan dipulangkan ke daerah masing-masing dengan tujuan Sulawesi Selatan sebanyak 147 orang dan 1 orang tujuan Sulawesi Barat.

Sebelum diberangkatkan menggunakan kapal laut tanggal 1 Desember 2021 melalui pelabuhan Tunon Taka Nunukan, semua PMI wajib menjalani tes PCR sebagai syarat keberangkatan.

“Karantina di Rusunawa tiga hari, setelah itu dilakukan tes PCR, bagi yang negatif diberangkatkan naik kapal KM Thalia tujuan Pare Pare,” tutupnya.

 Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: