Tiga RSUD Diminta GasPol, Bupati Aulia Siapkan Gaji Tinggi untuk Dokter Spesialis di Kukar

Bupati Aulia Rahman Basri memberikan instruksi kepada jajaran manajemen tiga RSUD agar gaspol memperkuat layanan kesehatan, disela-sela peresmian fasilitas baru di RSUD Aji Muhammad Parikesit, Kamis (15/1/2026). (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) diminta GasPol bekerja maksimal memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), seiring masih terbatasnya jumlah dokter spesialis dan mulai beroperasinya rumah sakit baru di Muara Badak.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati Aulia Rahman Basri kepada para camat dan jajaran manajemen rumah sakit se-Kukar disela-sela peresmian beberapa fasilitas baru di RSUD Aji Muhammad Parikesit, Kamis (15/1/2026).

Tiga rumah sakit yang diminta GasPol yakni RSUD Dayaku Raja di Kota Bangun, RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (Abadi) di Samboja, dan RSUD Aji Muhammad Idris di Muara Badak.

Menurut Aulia, meski Kukar memiliki empat rumah sakit daerah, optimalisasi layanan pun sebenarnya belum sepenuhnya tercapai akibat keterbatasan tenaga dokter spesialis di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Kita sudah punya empat rumah sakit. Tapi memang masih ada PR besar, salah satunya pemenuhan dokter spesialis. Karena itu, tiga rumah sakit ini saya minta gaspol dan saling mendukung,” ujarnya.

RSUD Aji Muhammad Idris di Muara Badak sebagai rumah sakit baru kata Bupati, harus mendapatkan perhatian khusus agar segera beroperasi secara optimal. Sejak awal, rumah sakit ini telah disupervisi dan dipersiapkan untuk melayani masyarakat.

“Kita punya rumah sakit yang baru di Muara Badak, RSUD Aji Muhammad Idris. Itu harus GasPol. Harapan kita rumah sakit ini bisa tumbuh sesuai yang kita harapkan,” harapnya.

Untuk mendukung percepatan layanan, Pemkab Kukar juga menyiapkan kebijakan strategis berupa skema beasiswa bagi calon dokter spesialis serta insentif gaji tinggi yang akan diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup).

“Kalau hanya bergantung pada residen, menurut hemat saya, prosesnya akan lama. Insyaallah kita sudah tanda tangan MoU untuk tahap pertama, dengan memberikan beasiswa pada mahasiswa PPDS tingkat akhir. Nantinya mereka akan mengabdi di Kukar,” jelasnya.

Tak hanya itu, beasiswa ini bakal terbuka juga bagi mahasiswa PPDS dari luar daerah yang tidak memiliki ikatan dinas, dengan kewajiban mengabdi selama lima tahun. Selain itu, take home pay (THP) dokter spesialis akan dibuat kompetitif agar mereka betah bertugas di daerah.

“Nanti Pak Sekda akan menyiapkan Perbup kekhususannya. Kita kasih take home pay yang tinggi untuk dokter spesialis supaya mereka betah di Kukar,” terangnya.

Dengan nada berseloroh, Aulia menyampaikan bahwa keberhasilan kebijakan tersebut juga membutuhkan kelapangan hati dari jajaran pimpinan daerah, khususnya Sekretaris Daerah (Sekda) Sunggono Kasnu.

“Yang penting Pak Sekdanya itu rela kalau gaji dokter spesialis lebih besar daripada Pak Sekda. Yang susah itu kalau Pak Sekdanya bilang, ‘Kenapa gaji mereka lebih tinggi dari saya?’ Kalau Pak Sekdanya legowo, ya jalan barang itu. Karena kalau gaji Bupati itu cuma Rp5.800.000,” katanya guyon disambut tawa hadirin.

Kebijakan insentif tersebut bukan semata-mata soal angka, melainkan strategi jangka panjang agar dokter spesialis merasa dihargai dan bersedia menetap serta mengabdi di Kukar. Dengan demikian, pemerataan layanan kesehatan di wilayah hulu hingga pesisir bisa benar-benar terwujud.

Aulia juga menilai, kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah juga harus disesuaikan dengan kebutuhan layanan. Tak semua rumah sakit harus memiliki jumlah dokter spesialis yang banyak, setidaknya cukuplah untuk menjamin pelayanan agar berjalan optimal.

Sebagai contoh, untuk rumah sakit di wilayah seperti Kota Bangun, menurutnya, cukup dua dokter spesialis penyakit dalam saja agar pelayanan dasar tetap berjalan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Aulia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran RSUD Abadi Samboja yang dinilainya telah memiliki fasilitas dan kesiapan yang baik. Ia berharap rumah sakit tersebut dapat menjadi penopang bagi pengembangan layanan di rumah sakit lain.

Lebih lanjut, Aulia mengajak seluruh dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga kesehatan di Kukar untuk bergotong royong mendukung operasional RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak.

“Kita keroyokin dulu. Dokter spesialis, dokter umum, seluruh tenaga kesehatan kita minta bersama-sama mendukung supaya rumah sakit ini bisa beroperasional dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: