DAN
Danlanal Nunukan Letkol (P) Ari Aryono memberikan keterangan pers paska penggagalan penyelun dupan 39 calon TKI ke Malaysia. Hadir dalam pumpa pers, Wakapolres Nunukan Kompol, M. Rizal Muhtar, Plt BP3TKI Nunukan Arbain, Kepala Imigrasi Ferry H I S dan Perwira Lanal Nunukan, M. Mustofa W. (budi anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tim Easter Fleet Qiuck Response (EFQR) Lantamal XIII bersama Lanal Nunukan berhasil penggalkan penyelundupan 39 tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. Calon TKI itu diamankan di perairan Sebatik  saat hendak menuju periaran Malaysia, Selasa (10/4) sore, sekitar pukul 18.30 Wita.

“Rombongan warga negara Indonesia (WNI) kita amankan diperairan Sebatik Indonesia menuju perairan Tawau, Sabah, Malaysia, “ kata  Komandan Lanal TNI Angkatan Laut (Lanal) Nunukan Letkol (P) Ari Aryono dalam komperensi pers di Mako Lanal Nunukan. Hadir dalam konperensi pers, Waka Polres Nunukan, Kompol M. Rizal Muhtar, Plt BP3TKI Nunuka,n Arbain, Kepala Imigrasi Ferry Herling Ishak Suoth, dan Perwira Lanal Nunukan, M. Mustofa W, Rabu (11/4).

Danlanal menyebutkan, rombongan 39 WNI itu terdiri dari laki laki dewasa sebanyak 12 orang, perempuan dewasa 14  orang, anak laki laki 8 orang, anak perempuan 5 orang. Semuanya berasal dari Sulawesi Selatan.

Ari memaparkan, penangkapan sendiri berawal dari informasi intelijen yang menyebutkan akan ada rencana pengiriman orang dari Sebatik menuju Tawau. Dari info itu, tim EFQR bergerak menggunakan KAL  Ambalat ditambah 1 unit speedboat , dan perahu kayu menuju perairan Sebatik. “Setelah kita observasi pengendapan, tim melihat adanya aktivitas sekitar 6 unit speedboat posisi siap berangkat dengan penumpang diatas,” ujarnya

Aktifitas pengiriman CTKI dilakukan pada 10 April sekitar pukul 18.30 Wita. Tim EFQR dalam patroli mengamankan 1 unit speedboat di perairan Sei Nyamuk dan 1 speedboat lagi di perairan Sei Pancang perbatasan RI- Malaysia patok 3.

Meski berhasil mengamankan 2 speedboat, tim EFQR gagal menghentikan 3 speedboat yang lari dalam kecepatan tinggi menuju Tawau tanpa mengindahkan tembakan peringatan petuga. Sedangkan  1 unit speedboat yang kabur ke arah Sei Nyamuk.“Ada 2 unit speedboat berserta penumpang kita amankan, sisanya 4 unit speedboat kabur kearah perbatasan Malaysia,” ungkap Danlanal.

Selain mengamankan  calon TKI dan alat transportasi, dua orang motoris speedboat dan dua orang anak buah kapal ikut ditahan untuk dijadikan saksi dalam persidangan nantinya, sedangkan 39 lainnya diserahkan ke BP3TKI Nunukan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Ari,  semua calon TKI tidak ada yang memiliki paspor dan dari pengakuan mereka, biaya pemberangkatan ke Malaysia diatur oleh penyalur. Calon TKI hanya mengikuti arahan jasa penyalur di Tawau Malaysia. “Tidak satupun punya dokumen dan anehnya lagi tidak satupun diminta biaya, ongkos keberangkatan diatur oleh agen penyalur,” bebernya.

Banyaknya jalur perlintasan TKI Ilegal di Kabupaten Nunukan, baik darat maupun di laut kemungkinan  telah dijadikan alur penyeludupan manusia dan narkoba dari Tawau ke Sebatik Indonesia, terkadang para bandar narkoba  memanfatkan  perlintasan TKI Ilegal.

Para sindikat TKI dan narkoba sangat terkoordinir dalam melakukan penyeludupkan. Berbagai macam cara dilakukan sampai menggunakan jasa TKI yang bisanya pulang ke  Nunukan atau Sebatik.“Kita minta masyarakat mengawasi dan melaporkan  jika melihat hal-hal yang mencurigakan kepada pihak yang berwenang,” tuturnya. (002)

Berita Terkait