aa
Relawan MPW PP Kaltim membagikan sembako dan kebutuhan sandang di lokasi-lokasi pengungsian di Kota Palu. (Foto MPW PP Kaltim)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Memasuki hari kelima sejak kedatangan tim Relawan Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Kaltim Peduli Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah di Palu, Senin (8/10/2018) seluruh bantuan berupa sandang-pangan, kendaraan bermotor, tim kesehatan sudah didistribusikan ke titik-titik yang memerlukan.

Selain memberikan bantuan di Kota Palu, Tim Relawan MPW PP Kaltim saat ini tengah memimpin mobilisasi pemberian bantuan korban gempa di Desa Lende Topia Kabupaten Donggala. Tim yang ke Donggala dikomandani Wakil Ketua 2 MPW PP Kaltim, Zuhairie.

Distribusi sandang pangan, mulai dari keperluan wanita dan anak-anak seperti susu bayi, pampers, obat-obatan ringan dilakukan langsung oleh tim menggunakan truck  yang memang sudah dibawa juga dari Samarinda. Pendistribusian dipandu oleh MPW PP Sulteng.

Relawan kesehatan sebanyak 9 orang juga disebar melakukan kegiatan di pos-pos kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratsi kepada korban bersama tim kesehatan dari berbagai unsur yang datang ke Palu. Sedangkan 120 relawan lainnya bergabung bersama Tim SAR dari Basarnas melakukan pembersihan reruntuhan bangunan, sekaligus membantu evakuasi korban gempa dan tsunami apabila ditemukan saat melakukan pembersihan.

aa
Relawan kesehatan MPW PP Kaltim melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis kepada korban gempa dan tsunami di Kota Palu. (Foto MPW PP Kaltim)

Kemudian, dump truk selain digunakan mengantarkan bantuan sandang pangan ke titik-titik pengungsi berkumpul, juga digunakan keperluan lain, misalnya antar jemput relawan dari dan ke lokasi posko-bekas lokasi terdampak gempa yang akan dibersihkan. Motor trail juga digunakan untuk kegiatan yang sama.

“Tim relawan dibagi menjadi 3 tim, yakni tim medis, tim pemadam, dan tim Komando Inti Mahatidana (KOTI) bergerak dari posko utama di kawasan Kayumalue. Ketiga tim bergabung dengan tim dari Badan Penanggulangan Bencana dan relawan kebencanaan di Perumnas Balaroa,” kata Wakil Ketua 1 MPW PP Kaltim, Nazaruddin menerangkan. Perumnas Balaroa di Kecamatan Palu Barat merupakan kawasan terdampak paling parah kerusakannya akibat  akibat likuifaksi tanah.

Menurut Nazar, dalam kegiatan pembersihan puing-puing bangunan di kawasan yang sudah berubah seperti sawah, berlumpur masih ditemukan sejumlah korban meninggal meski sudah sulit dikenali. Di kawasan terdampak gempa dan tsunami,  relawan dibagi dalam 2 regu. Regu  medis yang membuka pos pemeriksaan dan pengobatan gratis. Regu  PMK dan KOTI turun ke lapangan untuk bergabung dengan Basarnas, BNPB, TNI dan unsur relawan lainnya di TKP,” tambahnya.

aa
Kawasan Perumnas Balaroa di Palu Barat  “hilang” terdampak likuifaksi tanah paling parah di Kota Palu. (Foto MPW PP Kaltim)

Wakil Ketua 2 MPW PP Kaltim, Zuhairie saat ini  tengah memimpin mobilisasi pemberian bantuan korban gempa di Desa Lende Topia Kabupaten Donggala. “Saya memimpin mobilisasi kendaraan dalmas yang kami bawa dari Samarinda untuk membawa bantuan sembako dari ketua (Ketua MPW PP Kaltim, Said Amin, red.) serta bantuan dari Yayasan Al Khairat Palu,” ujarnya.

Zuhairie menambahkan, setelah melihat langsung kondisi korban bencana, tim relawan semakin semangat untuk dapat berbuat maksimal. “Tak hanya bantuan berupa benda, kini tenaga kami akan kami maksimalkan untuk membantu korban bencana,” pungkasnya.

Sementara itu Koordinator Tim Relawan MPW PP Kaltim, Roni Andi Pangajoang menuturkan, dalam kegiatan di lapangan, sesama tim relawan dari bebagai institusi saling memperkuat. “Sebelumnya ke lokasi terdampak dilakukan koordinasi dengan tim evakuasi. Kita melaporkan bahwa tim dari PP Kaltim akan bergabung dengan tim evakuasi di lapangan,” katanya. (001)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *