Tim SAR Masih Cari Pekerja Cuci Mobil di Tenggarong yang Tenggelam Bersama Strada

Perahu karet yang digunakan dalam operasi SAR pencarian korban tenggelam di Kutai Kartanegara, Sabtu (20/2) pagi. (Foto : HO/Basarnas)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Tim SAR gabungan hari ini masih mencari Fery (17) alias Pepeng, yang tenggelam bersama mobil Mitsubishi Strada, di Sungai Mahakam kawasan Sukarame, Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Dari kejadian nahas Jumat (19/2) siang kemarin itu, tiga orang saksi dimintai keterangan. Diantaranya, juga pekerja di pencucian mobil yang sama dengan korban.

“Tim rescue (Basarnas) unit siaga SAR Samarinda, melanjutkan operasi hari kedua hari ini sekitar jam 7 pagi,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta, dikutip Niaga Asia, dari penjelasan tertulis, Sabtu (20/2) pagi.

Berita terkait :

Strada Nyebur di Sungai Mahakam, Pekerja Pencucian Mobil di Tenggarong Tenggelam

 

Melkianus menerangkan, pola pencarian hari ini, dilakukan dengan teknik paralel sweep search pada titik poin :

A. 00° 24′ 24.65″S – 116° 59′ 25.11″E
B. 00° 26′ 49.70″S – 117° 00′ 04.34″E
C. 00° 26′ 47.54″S – 117° 00′ 19.45″E
D. 00° 24′ 21.22″S – 116° 59′ 50.29″E

“Search area akan dimulai dari titik A dan berakhir pada exit point titik D, dengan luasan area pencarian 1.23 Nautical Mile persegi atau 4.22 kilometer persegi, dengan track spacing 288 meter per-track,” ujar Melkianus.

Dijelaskan, alat utama SAR yang digunakan seperti rescue truck personel, rescue Dmax, rubber boat & Mopel 40 PK, alat selam 3 set, peralatan SAR air lengkap, dan alat komunikasi.

“Unsur SAR yang terlibat, selain Basarnas unit siaga SAR Samarinda, BPBD Kukar, Polres Kukar, juga relawan Tenggarong dan juga rekan korban,” terang Melkianus.

Berita terkait :

Basarnas Ralat Informasi Pekerja Pencucian di Tenggarong Meninggal : Belum Ditemukan

Visibility Nol

Sebelumnya, Jumat (19/2) malam, Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto dalam penjelasan sekitar pukul 19.33 WITA menyampaikan, di lokasi usai kejadian sempat dilakukan penyelaman.

“Dua penyelam BPBD Kukar dan Basarnas, menyisir dasar Mahakam, diduga LKP (Last Know Position) jatuhnya mobil ke salam sungai. Berkedalaman 7-10 meter, visibility (jarak pandang/penglihatan) nol, dan kecepatan arus 7-8 knot,” kata Octavianto.

“Kendalanya, sempat ditemukan mobil. Ketika pencarian, sempat dilaporkan korban ditemukan. Namun setelah diteliti lagi ternyata belum,” tambah Octavianto.

Dijelaskan Octavianto, disebabkan arus sangat deras, dan visibility nol, maka Basarnas menggunakan cara meraba di bawah permukaan menggunakan tangan. Diantaranya, membuka pintu mobil. “Untuk operasi SAR H2 (hari ini) untuk memasang pengait crane untuk menarik mobil,” tutup Octavianto. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *