
BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden kemiringan KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang Balikpapan kembali bertambah.
Tim SAR gabungan memastikan total tiga orang meninggal dunia berhasil dievakuasi dalam operasi pencarian yang berlangsung hingga Selasa 27 Januari 2026 sore.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan, Dody Setiawan, menjelaskan, korban pertama ditemukan sekitar pukul 12.20 Wita.
Korban berada di dalam mobil pribadi pada posisi kemudi, dan meninggal akibat terjepit kendaraan berat.
“Korban pertama ditemukan dalam kondisi duduk di kursi pengemudi. Evakuasi dilakukan sekitar pukul 12.20 Wita,” kata Dody di lokasi kejadian.
Dua korban lainnya ditemukan beberapa jam kemudian, masing-masing dievakuasi pada pukul 14.45 Wita dan 14.50 Wita.
Kedua korban terbaru berjenis kelamin perempuan dan ditemukan di luar kendaraan, tepat di belakang mobil korban pertama, dalam kondisi tertimbun muatan truk.
“Untuk dua korban berikutnya, posisinya di luar mobil, di belakang kendaraan sebelumnya, tertimpa muatan truk,” ujar Dody.
Dia menerangkan, keberadaan dua korban terakhir diketahui setelah adanya laporan dari pihak keluarga yang menginformasikan masih ada dua anggota keluarga yang belum ditemukan.
Tim SAR kemudian melakukan asesmen lanjutan di dalam kapal, hingga akhirnya menemukan kedua korban terbaru dalam kondisi meninggal dunia.
“Informasi awal dari keluarga menyebutkan masih ada dua orang yang dicari. Setelah kami lakukan asesmen lanjutan di lokasi, keduanya ditemukan,” terang Dody.
Meski identitas lengkap belum dapat dipastikan, Dody menyampaikan bahwa berdasarkan data awal, kedua korban perempuan tersebut masing-masing lahir pada tahun 1961 dan 1964.
Proses identifikasi lebih lanjut masih menunggu pendataan resmi dari pihak berwenang. Dalam proses evakuasi, tim SAR menghadapi kendala berupa muatan truk yang cukup banyak dan berat.
Untuk itu, lokasi kejadian harus disterilkan terlebih dahulu agar evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan lancar.
“Muatan truk cukup banyak, jadi kami sterilkan area terlebih dahulu untuk memudahkan tim SAR gabungan mengevakuasi korban,” demikian Dody.
Hingga kini, proses penanganan pascakejadian masih terus dilakukan dengan koordinasi lintas instansi guna memastikan situasi di kapal benar-benar aman.
Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi
Tag: BalikpapanBasarnasPelabuhan SemayangPeristiwa