Tim Satgas Pamtas dan EFQR TNI-AL Amankan Penyelundup Sabu Bersenjata Api

TIM
Sekumpulan orang yang ditangkap tim Satgas Pamtas dan EFQR Lanal Nunukan di sebuah kamp perkebunan sawit PT Bumi Sei Menggaris Indah, Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tim gabungan Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung dan Tim Easter Fleet Quick Response (EFQR) Lanal Nunukan mengamankan 5,8 gram sabu, 2 buah senjata penabur, 2 buah amunisi jenis penabur dalam kegiatan penggerebekan, Kamis  dan Jumat (15-16/3)  di kamp pekerja perkebunan kelapa sawit di Sei Menggaris, Kecamatan Nunukan.

Komandan Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung Letkol (Inf) Rio Neswan mengatakan, tim gabungan pada 15 Maret 2017, sekitar pukul 17:30 melaksanakan pemeriksaan terhadap rumah/kamp yang didalamnya didapati barang bukti berbahaya. “Saat pemeriksaan satu orang penghuni loncat dari jendera samping rumah, tersangka bernama Awaludin alias Iwan,” katanya.

Setelah mengamankan Awaludin, tim gabungan menggeledah isi rumah  ditemukan seorang wanita bernama Riska dalam kamar yang berpura-pura sedang tidur. Saat ini, kedua tersangka diamankan di Kotis Satgas Pamtas Nunukan.

Adapun kronologis penggerebekan, lanjut Dan Satgas Pamtas; pada hari Rabu, 14 Maret 2018, Pukul 17.00 Wita menerima informasi dari masyakat  bahwa ada oknum dilengkapi dengan foto yang  membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Saat laporan ditindaklanjuti petugas  Jaga Posal Sei Pancang  mengidentifikasi orang dalam foto adalah Awaludin dan  pernah terlihat di kamp perkebunan sawit di Desa Semaja, Kecamatan  Sei Menggaris, yang lebih dekat dengan garis  perbatasan RI-Malaysia.

Pukul 20.00 Wita Pasi Intel Lanal Kapten Laut Iwan Kurniawan berkoordinasi dengan Pasi Intel Satgas Pamtas Yonif 621/Mtg, Lettu (Inf) Wibowo Teguh S melaksanakan penyisiran di lokasi perbatasan yang dimaksud. Pada hari Kamis, 15 Maret 2018, Pukul 06.00 Wita Tim berangkat dari Lanal Nunukan menggunakan speed boat  menuju Sei Manggaris. Pukul 08.00 Wita tiba di pelabuhan PT. BSI Desa Semaja, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju kamp yang dimaksud.

Pukul 10.00 Wita tim istirahat dan pukul 13.00 Wita melanjutkan perjalanan darat ke sasaran.  Pukul 17.30 Wita tim tiba di lokasi, dilanjutkan denganb pemeriksaan di kamp di titik  kordinat 0534027 – 0468953. Saat itu secara  tiba-tiba OTK  (orang tak dikenal) meloncat  dari jendela samping rumah kemudian diketahui bernama Awaludin berhasil diamankan. Kemudian dilanjutkan melaksanakan pemeriksaan di dalam kamp dan ditemukan 1 orang  perempuan di kamar bawah  atas nama Riska  yang pura-pura tidur.

Pada pukul 18.00 Wita dalam pemeriksaan lebih teliti di dalam dan sekitar rumah, tim gabungan menemukan 4 paket sabu sabu dibungkus plastik  seberat 5,8 gram. “Sabu-sabu ditemukan dekat kandang ayam,” kata Rio Neswan. Dari dalam rumah ditemukan  pula alat hisap sabu atau bong 2 buahh, korek api gas 6 buah, sepeda motor Yamaha Nerox warna kuning 1unit.

Setelah tim istirahat karena hari sudah malam, pagi harinya,  Jumat, 16 Maret 2018, Pukul 07.00 – 10.00 Wita tim  melanjutkan pemeriksaan dan di sekitar kamp yang ditempati Awaludin ditemukan lagi alat hisap sabu 3 buah, plastik  pembungkus sabu, korek api gas. Kemudian di dalam gubuk berjarak  50 meter dari kamp  ditemukan senjata penabur 2 pucuk serta amunisi  2 butir dalam  keadaan  siap tembak.

“Sekarang ini Awaludin dan Riska berserta barang bukti, ditambah 5 orang lain yang ada di TKP sudah berada di otis Satgas pamtas Yonif 621/Mtg,” kata Dan Satgas Pamtas, Rio Neswan. Riska  berumur 21 tahun dan tanpa identitas ama sekali. Sedangkan Awaludin berumur 34 tahun warga Desa Semaja. “Proses hukum selanjutnya sudah dikoordinasikan dengan Satnarkoba Polres Nunukan,” ucap Rio.

Menurutnya, masih banyaknya pelaku penyelundupan narkoba jenis sabu sabu dari Malaysia ke Nunukan melalui Kecamatan Sei Menggaris karena  banyaknya jalan “tikus” bisa dilalui, dan para penyelundup sabu itu tergiur keuntungan yang besar apabila lolos dari aparat penegak hukum. “Satgas  tetap terus aktif mengawasi dan mewaspadai keluar masuknya orang dan barang barang Ilegal yang melintas di sepanjang perbatasan RI Malaysia,” ungkap Dan Satgas Pamtas. (002)