Tingkat Hunian Hotel di Kaltara Tersisa 20,51 Persen

aa
Ilustrasi: Grand Pangeran Khar Hotel di Tanjung Selor, Bulungan. (Foto HO/Net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Pandemi COVID-19 nyaris melemahkan semua sektor usaha, termasuk di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Pembatasan aktivitas masyarakat dan perjalanan orang antar daerah sejak Maret 2019, memukul sektor perhotelan, pariwisata, dan transportasi.

Dalam masa pandemi COVID-19, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang dan akomodasi lainnya di Provinsi Kalimantan Utara pada bulan Maret 2020 sebesar 20,51 persen atau mengalami penurunan 5,88 poin dibandingkan TPK pada Bulan Februari 2020 yang tercatat sebesar 26,39 persen.

“TPK  hotel berbintang di Kota Tarakan pada bulan Maret 2020 sebesar 27,67 persen, mengalami penurunan 13,28 poin dibanding TPK Februari 2020 yang sebesar 40,95 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara,  Eko Marsoro dalam rilisnya, Selasa (4/5/2020).

TPK hotel akomodasi lainnya  Provinsi Kaltara pada bulan Maret 2020 sebesar 17,58 persen, mengalami penurunan 3,27 poin dibanding TPK Februari 2020 yang sebesar 20,85 persen.

Tentang jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Maret 2020 , BPS mencatat sebesar 31.411 kunjungan atau menurun 7.936 kunjungan dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 39.347  kunjungan.

“Secara kumulatif, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kalimantan Utara pada periode Januari – Maret 2020 mencapai 113.965 kunjungan, sedangkan selama Januari – Maret 2019 mencapai 137.633 kunjungan,” kata Eko.

Transportasi udara dan laut

Kemudian, penumpang angkutan laut yang berangkat pada bulan Maret 2020 sebanyak 13.931 orang atau turun 14,62 persen dibanding bulan sebelumnya (Februari 2020) yang tercatat sebanyak 16.317 orang.

“Sedangkan jumlah barang yang dimuat pada Bulan Maret 2020 mengalami peningkatan sebesar 71,89 persen atau naik dari 618.416 Ton pada Bulan  Februari 2020 menjadi 1.063.025 Ton pada Bulan Maret 2020,” kata BPS.

Jumlah pesawat terbang yang berangkat dari Bandara di Kaltara pada bulan Maret 2020 tercatat 574 penerbangan, mengalami penurunan sebesar 3,37 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Februari 2020) yang tercatat sebanyak 594 penerbangan.

“Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan Maret, yaitu 32.258 orang atau turun sebesar 17,37 persen dibandingkan dengan bulan  Februari 2020 yang tercatat sebanyak 39.038 orang,” papar BPS. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *