
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Selama periode Januari–Desember 2025, Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama komoditas Kalimantan Timur (Kaltim). Tiongkok memiliki peranan terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$6.637,93 juta (34,85 persen), diikuti India dengan nilai sebesar US$3.030,10 juta (15,91 persen), dan Filipina sebesar US$1.552,22 juta (8,15 persen).
Pada periode Januari–Desember 2025, komoditas hasil tambang tetap menjadi andalan ekspor Provinsi Kalimantan Timur dengan peranan sebesar 69,51 persen. Hasil industri berada pada posisi kedua dengan peranan sebesar 20,66 persen, dan nilai ekspor migas pada posisi ketiga dengan peranan 9,72 persen.
Tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur pada Desember 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan (US$730,70 juta), Pelabuhan Samarinda (US$418,74 juta), dan Pelabuhan Bonthan Bay (US$361,96 juta).
Demikian disampaikan secara bergantian oleh Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih SST., M.Si, dan Vivi Azwar SP, M.Si. dalam konferensi pers secara daring hari ini, Senin (2/2/2026).

Menurut Vivi, nilai ekspor Provinsi Kaltim pada Desember 2025 tercatat US$2.305,59 juta, atau naik sebesar 36,77 persen dibandingkan dengan November 2025. Ekspor migas Desember 2025 tercatat sebesar US$264,91 juta, atau naik sebesar 109,78 persen dibandingkan dengan November 2025. Sementara itu, ekspor nonmigas tercatat US$2.040,68 juta, atau naik sebesar 30,86 persen.
Secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kaltim selama Januari–Desember 2025 tercatat sebesar US$21.098,77 juta, atau turun 14,46 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.
“Berdasarkan golongan barang, peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Desember 2025 terhadap November 2025 terjadi pada golongan barang lemak dan minyak hewani/nabati yang naik sebesar US$293,54 juta (246,24 persen),” kata Vivi.

Sebaliknya, penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan barang berbagai produk kimia sebesar US$15,31 juta (25,39 persen).
Vivi memaparkan, peningkatan nilai ekspor disebabkan karena naiknya nilai ekspor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 109,78 persen dan 30,86 persen. Nilai ekspor migas Desember 2025 tercatat sebesar US$264,91 juta, lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai ekspor migas November 2025 yang tercatat sebesar US$126,28 juta.
Sementara itu, nilai ekspor nonmigas tercatat sebesar US$2.040,68 juta, lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai ekspor nonmigas November 2025 yang tercatat sebesar US$1.559,43 juta.
Peningkatan nilai ekspor migas disebabkan oleh naiknya nilai ekspor hasil minyak maupun ekspor gas. Nilai ekspor hasil minyak naik sebesar 75,70 persen dari sebesar US$42,23 juta pada November 2025 menjadi sebesar US$74,20 juta pada Desember 2025.

“Sementara, nilai ekspor gas naik sebesar 126,90 persen dari sebesar US$84,05 juta pada November 2025 menjadi sebesar US$190,71 juta pada Desember 2025,” demikian Vivi.
Secara total, jika dibandingkan dengan Desember 2024, nilai ekspor turun sebesar 4,67 persen, yaitu dari sebesar US$2.418,47 juta pada Desember 2024 menjadi sebesar US$2.305,59 juta pada Desember 2025.
Sementara itu, secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kaltim selama Januari–Desember 2025 tercatat sebesar US$21.098,77 juta, atau turun 14,46 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Ekspor Kaltim