Ilustrasi petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD) menangani kasus Virus Corona (Covid-19). (Foto : istimewa/Google Images)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kasus positif Covid-19 di Kalimantan Timur per Jumat (21/8) hampir 3.000 kasus. Transmisi lokal terus meningkat, dan semakin sulit melakukan pelacakan kasus atau tracing, dari tim Dinkes kabupaten dan kota.

“Semakin sulit dilakukan tracing. Sulit mengetahui siapa yang menyebabkan, siapa yang menularkan. Karena semakin banyak kasus dari transmisi lokal,” kata Jubir Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, dalam penjelasan virtual.

Andi menyoroti tajam perihal kepatuhan masyarakat, yang dinilainya sangat rendah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Penerapan protokol kesehatan, tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Protokol kesehatan mudah dikatakan. Tapi kenyataannya, sangat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Andi.

Menurut Andi, kepatuhan masyarakat menerapkan protokol Covid-19 masuk kategori mengkhawatirkan. “Kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, begitu mengkhawatirkan,” sebut Andi.

“Tidak menutup kemungkinan, kasus-kasus ini terus terjadi, dengan jumlah kasus yang cukup tinggi,” tambah Andi lagi.

Andi menerangkan, kendati demikian, semua pasien berstatus perawatan Covid-19, yang saat ini sudah berjumlah lebih 1.000 orang, akan terus dirawat sebagaimana mestinya.

“Kewajiban pemerintah soal insentif bagi tenaga kesehatan, sudah kami realisasikan. Seperti untuk RSUD AW Sjachranie dan RSUD Kanudjoso Djatiwibowo,” ungkap Andi.

“Meski belum semua. Dana yang direalisasikan baru 60 persen dari pemerintah pusat, dan baru mencukupi untuk 2-3 bulan,” demikian Andi, tanpa merinci besaran dana yang dibayarkan untuk insentif tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien kasus Covid-19. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *