aa

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) Triwulan III-2019 dibanding Triwulan II-2019 tumbuh sebesar 1,48 persen (q-to-q = quarter to quarter). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara q-to-q pada Triwulan III-2019 dicapai oleh lapangan usaha konstruksi yang tumbuh sebesar 6,81 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 9,92 persen.

“Ekonomi Kaltim secara kumulatif Triwulan I sampai  Triwulan III-2019 terhadap Triwulan I ssampai Triwulan III-2018 tumbuh sebesar 5,93 persen (c-to-c),” kata kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Anggoro Dwitjahyono dalam rilisnya.

Sumber pertumbuhan ekonomi Kaltim Triwulan III-2019 secara q-to-q yang tertinggi berasal dari lapangan usaha pertambangan dan penggalian dengan andil sebesar 0,51%, lapangan usaha konstruksi 0,47%, dan industri pengolahan sebesar 0,36%.

Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Triwulan III-2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp 164,42 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 123,05 triliun.

Dijelaskan Anggoro, lapangan usaha di Kaltim yang tumbuh positif pada Triwulan III-2019 antara lain kapangan usaha konstruksi tumbuh tertinggi secara q-to-q sebesar 6,81%, lapangan usaha jasa perusahaan tumbuh 3,64%, dan lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi tumbuh 3,31%,

“Lapangan usaha yang mengalami kontraksi pada Triwulan III-2019 antara lain lapangan usaha transportasi dan pergudangan kontraksi 0,73%, lapangan usaha jasa pendidikan kontraksi 0,67%, serta lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang kontraksi 0,61%,” terangnya.

Menurut Anggoro, ekonomi Kaltim Triwulan III-2019 terhadap Triwulan III-2018 tumbuh sebesar 6,89 persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding capaian Triwulan III-2018 yang tumbuh sebesar 1,83 persen. “Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara y-on-y dicapai oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 11,46 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen kkspor luar negeri sebesar 15,94 persen,” ungkap Anggoro.

ITK Turun

Sementara kondisi ekonomi konsumen di  Kaltim  pada Triwulan III-2019, menurut BPS mengalami penurunan yang ditandai dengan besaran nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) menjadi 96,27. “Penurunan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan III-2019 disebabkan oleh penurunan pada komponen pendapatan rumah tangga,” katanya.

Perkiraan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan IV-2019 diperkirakan meningkat jika dibandingkan dengan kondisi triwulan saat ini ditandai dengan nilai ITK sebesar 102,05. Komponen pendapatan rumah tangga diperkirakan mengalami peningkatan, namun tidak diiringi dengan meningkatnya rencana pembelian barang tahan lama. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *