Tujuh Mesin Rusak, PLN Nunukan Terapkan Pemadaman Bergilir

Pembangkit listrik diesel PLN di Sei Bilal Nunukan. (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tujuh unit mesin diesel ditiga lokasi pembangkit listrik wilayah Kabupaten Nunukan, mengalami kerusakan. Dampaknya, pelayanan listrik bagi  pelanggan PLN di pulau Nunukan dan Sebatik mengalami pemadaman bergilir antara 2 sampai 4 jam.

“Mesin kita rusak 7 unit dan kerusakan ini terjadi sejak 1 pekan terakhir,” kata Menejer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nunukan, Bambang Heryanto pada Niaga.Asia, Selasa (23/02).

Gangguan pembangkit tersebut berada di PLTD Sei Bilal Nunukan sebanyak 2 unit, PLTD Sebatik 3 unit dan PLTMG Sebaung 2 unit. Kerusakan bersamaan ini menyebabkan daya suplai listrik turun sekitar 2 megawatt (MW) sejak 3 hari.

Upaya memaksimalkan kembali suplay listrik ke pelanggan telah dikoordinasikan ke bagian perbaikan PLN Balikpapan. Saat ini, material perbaikan disiapkan mengganti beberapa onderdil rusak ataupun terbakar karena panas.

“Kalau listrik padam, PLN tidak menjual daya listrik ke pelanggan dan secara otomatis PLN rugi karena tidak ada dijual,” sebut Bambang.

Bambang menjelaskan, kerusakan mesin disel dan gas disebabkan pengoperasikan yang cukup tinggi dalam melayani pelanggan.

Beban puncak listrik di Kabupaten Nunukan, disekitar pukul 12:00 Wita siang hari dan malam hari pukul 07:30 Wita.

Beban puncak pada siang hari mencapai 9,7 MW, beban penggunaan listrik ini sangat dipengaruhi oleh suhu cuaca, semakin panas cuara, maka semakin banyak pemakaian listrik pelanggan.

“Cuaca mempengaruhi beban puncak listrik, musim hujan daya puncak turun karena pelanggan mematikan mesin pendingan AC dirumah ataupun kantor,” terangnya.

Jika perbaikan berjalan sesuai rencana, kata Bambang,  unit-unit mesin disel ataupun gas yang kini mengalami kerusakan dapat kembali dioperasikan dalam waktu 7 hari kedepan.

Oleh karena itu, Bambang meminta pelanggan di Nunukan dan Sebatik sedikit bersabar, upaya penormalan suplay listrik masih terus diusahakan secepat mungkin.

“Durasi pemadaman kita atur sesingkat mungkin, kalau bisa 2 jam berganti dan zona pemadaman tidak terlalu luas,” tutupnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *