Bimtek olahan produk berbahan pisang dan ubi di Sebatik, Kabupaten Nunukan. (Foto Infopubdok Kaltara)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA– Sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta pelaku UMKM terdampak cukup besar akibat adanya pandemi ini.

Untuk mengurangi dampak itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UMKM) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Olahan Produk Berbahan Pisang dan Ubi bagi 25 Wirausaha IKM Pangan yang terdampak Covid 19 di Kabupaten Nunukan, Kecamatan Sebatik.

“Ini merupakan bagian dari kegiatan penanganan dampak ekonomi yaitu IKM terdampak Covid 19,” kata Kepala Disperindagkop – UMKM Provinsi Kaltara, Hartono, baru-baru ini.

Kecamatan Sebatik menjadi pemilihan lokasi karena salah satu daerah paling terdampak, akibat lockdown di awal pandemi yang diterapkan oleh negara tetangga, Malaysia.

“Padahal kita tahu bahwa selama ini bahan baku hasil pertanian banyak dijual kesana dan lockdown membuat sulitnya penjualannya. Jadi, stok berlimpah dan harga menjadi murah, ubi dan pisang salah satunya,” ujarnya.

Dijelaskannya, bimtek atau pelatihan ini dibuat untuk pemanfaatan bahan baku berlimpah tersebut.

“Kita latih masyarakat atau pelaku IKM untuk membuat produk olahan dari bahan baku berlimpah tersebut menjadi produk yang mempunyai nilai jual lebih tinggi, sehingga kedepannya tidak tergantung lagi kepada pihak luar dalam pemasarannya,” jelasnya.

Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan dan melibatkan pihak Kecamatan Sebatik Tengah, Kepala Desa Aji Kuning, Kapospol Aji Kuning dan Komandan Kompi Pamtas Indonesia-Malaysia.

“Karena pandemi dan untuk mengurangi pergerakan dan mengundang orang luar, maka instruktur pelatihan diberdayakan dari instruktur terdekat yaitu dari praktisi IKM olahan pertanian di Nunukan,” tutupnya.(*/adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *