Ilustrasi : Kegiatan ujian SMPN 1 Nunukan (foto : Budi Anshori/Niaga Asia)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Pemerintah memutuskan meniadakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020, disebabkan pandemi virus Corona (Covid-19), tidak memungkinkan menggelar salah satu syarat kelulusan siswa SD-SMA, dan sederajatnya.

Keputusan itu, juga tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Dengan dibatalkannya UN Tahun 2020 ini, maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan Tajuddin Tuwo, saat dikonfirmasi, Selasa (31/3).

Dia menerangkan, kelulusan Sekolah Dasar (SD)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan niiai kelulusan;

Sedangkan untuk kelulusan SMP/sederajat, ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

“Kalau ada yang sudah sempat menyelesaikan Ujian Sekolah, itu juga bisa dijadikan acuan kenaikan kelas dan kelulusan. Tetapi acuannya rata-rata dari lima semester itu, ada nilai standar kelulusan termasuk ketuntasan belajar,” kata dia.

Ujian sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya. “Jadi segala bentuk ujian ditiadakan. Tatap muka tidak boleh,” terang Tajuddin.

“Soal kenaikan kelas guru, juga bisa melaksanakan ujian tetapi dalam bentuk daring atau online, atau tugas yang diberikan kepada siswa,” tambahnya.

Sedangkan untuk kenaikan kelas, dilaksanakan dengan ketentuan ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes, yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan. Kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran Mendikbud tersebut.

Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas, dapat dilakukan dalam bentuk portofoiio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Adapun untuk mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB, menurut surat edaran itu dilaksanakan dengan ketentuan, diantaranya Dinas Pendidikan dan sekolah, diminta menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Termasuk, mencegah berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di sekolah.

PPDB pada jalur prestasi, dilaksanakan berdasarkan akumulasi nilai rapor ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir; dan/ atau prestasi akademik dan non-akademik di luar rapor sekolah. (003)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *