Ujian Seleksi PPPK Nunukan, Satu Peserta Meninggal Dunia dan 5 Orang Positif Covid-19

Peserta Ujian Seleksi PPPK di Nunukan (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Adi, guru honorer  di Desa Kekayap, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, meninggal dunia jelang satu hari sebelum mengikuti ujian seleksi tes penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Guru ini gagal gagal mengikuti ujian seleksi pertama PPPK karena meninggal dunia tanggal 12 September,”  kata Kepala Bidang Guru dan Kependidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, Ridwan AS pada Niaga.Asia, Selasa (14/09).

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Adi (30) guru di SD Filial SDN 007 Kecamatan Lumbis, tiba di Kecamatan Nunukan pada malam hari. Karena kondisi kesehatan kurang baik, almarhum dibawa ke RSUD Nunukan.

Setelah mendapat perawatan medis, almarhum tetap mengalami perburukan kesehatan hingga meninggal dunia bertepatan pelaksanaan ujian penerimaan PPPK yang dilaksanakan 13 September – 16 September 2021.

“Almarhum sakit muntah-muntah darah, pihak RSUD Nunukan belum menjelaskan jenis penyakitnya,” ucap Ridwan, karena tidak mengikuti ujian, almarhum dinyatakan gagal menyelesaikan seleksi tahap pertama PPPK.

Hal ini berbeda dengan 5 orang peserta lainnya yang juga tidak mengikuti seleksi dengan alasan terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diharuskan menjalani isolasi mandiri dan diberikan waktu mengikuti ujian susulan paling lama 2 minggu atau 14 hari setelahnya.

“Jika dalam waktu 2 minggu peserta masih sakit, peserta dapat mengikuti ujian seleksi tahap II dan III,” jelas Penanggung jawab Pelaksanaan ujian PPPK Nunukan, Mahfudz.

Dijelaskan Mahfudz,  semua peserta ujian hari pertama diharuskan menyerahkan hasil swab antigen dan diberikan arahan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan baik dalam ruang ujian ataupun diluar ruang ujian.

Untuk pengetatan protokol kesehatan, panitia pelaksanaan PPPK menyiapkan 8 ruangan ujian yang tiap ruang diisi 20 peserta. Adapun waktu yang disiapkan untuk menyelesaikan ujian sekitar 2 jam 15 menit.

“Swan antigen hari pertama mandiri dari peserta, hari kedua dan seterusnya disiapkan panitia bekerjasama dengan Disdikbud Nunukan,” jelasnya.

Semua peserta yang telah memiliki nomor peserta di pemerintah pusat dan berhalangan mengikuti ujian tahap pertama dengan alasan sakit ataupun hal lainnya, tetap diberikan peluang mengikuti ujian tahap II dan III.

Ujian tahap II dan III adalah kesempatan atau peluang yang diberikan pemerintah pusat kepada guru-guru yang mengalami kesulitan di pelaksanaan tahap I. Artinya, peluang untuk berhasil terbuka luas.

“Tahap II dan III belum ditentukan waktunya, tapi pasti ada sekitar bulan November 2021,” tuturnya.

Pelaksanaan ujian dibagi dalam 2 sesi yang tiap sesi diikuti 160 orang, sesi pertama di mulai pukul 08:00 wita – 12:45 Wita, sesi kedua pukul 14:00 Wita – 16:45 Wita dengan waktu registrasi 1 jam sebelum dimulai ujian.

Data peserta ujian PPPK di Kabupaten Nunukan berjumlah 693 orang dengan rincian, tingkat Paud, SD dan SMP sebanyak 573 orang dan tingkat SMA sebanyak 120 orang.

“Kegiatan ujian diawasi ketat dari Disdikbud Provinsi Kalimantan Utara bersama Disdikbud Nunukan,” bebernya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: