Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kasus Covid-19 di Kalimantan Timur terus menunjukkan peningkatan. Ada penambahan 45 kasus positif Covid-19 baru hari ini, dan juga penambahan 4 kasus kematian baru. Sepekan terakhir kematian hampir terjadi setiap hari.

Satgas Covid-19 Kalimantan Timur hari ini melaporkan ada total 12.464 kasus suspek, setelah bertambah 322 kasus baru. Empat puluh lima kasus diantaranya, terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hari ini total kasus positif Covid-19 ada 1.932 kasus. Sementara, ada 2.238 kasus yang masih menunggu hasil pemeriksaan swab di laboratorium,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, saat telekonferensi, Senin (10/8).

Dari 45 kasus baru itu, lanjut Andi, kota Balikpapan kembali mencatatkan penambahan tertinggi kasus sebanyak 30 kasus. Disusul, kota Bontang 7 kasus, kota Samarinda 5 kasus, Penajam Paser Utara 2 kasus, dan Kutai Barat 1 kasus.

Sementara, untuk kasus positif yang meninggal hampir terjadi setiap hari, dan hari ini bertambah 4 kasus. Dimana, keempatnya berasal dari kota Balikpapan berkode pasien BPN613, BPN742 dan BPN749.

Info grafis kasus Covid-19 Kalimantan Timur per hari Senin (10/8). (Sumber : Dinkes Kaltim)

“Satu lagi kasus pasien meninggal di Balikpapan adalah BPN646 laki-laki 59 tahun, pasien terkonfirmasi dengan gejala ISPA. Dirawat sejak 7 Agustus di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo dan kondisi memburuk. Hari ini, dilaporkan meninggal dunia,” ujar Andi.

Adapun kasus sembuh dari Covid-19, bertambah 84 kasus. Dua kota di Kalimantan Timur, kota Balikpapan dan kota Samarinda, masing-masing mencatatkan 35 kasus sembuh.

“Berikutnya, Kutai Barat 1 kasus sembuh, Kutai Kartanegara 6 dan Paser sama-sama melaporkan ada 6 kasus sembuh dari Covid-19,” tambah Andi.

Dengan demikian, dari 1.932 kasus positif Covid-19 di Kalimantan Timur, sembuh ada 1.263 kasus, dan kasus meninggal dunia menjadi 55 kasus. Sedangkan, yang masih menjalani perawayan ada 614 orang.

“Oleh karema itu, mohon jadi perhatian semua untuk benar-benar menjaga diri. Terutama, juga melindungi kelompok berisiko yang memiliki penyakit kronis, atau Comorbid (penyakit penyerta),” demikian Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *