Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kalimantan Timur hari ini mencatat ledakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 119 kasus. Total kasus pun tembus menjadi 2.000 kasus.

Dilaporkan Satgas Covid-19 Kalimantan Timur, hari ini ada 515 kasus suspek, sehingga total suspek ada 12.979 kasus. Dari 515 kasus suspek itu, terkonfirmasi positif ada 119 kasus.

Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi positif hari ini di Kalimantan Timur, ada 2.051 kasus. Dan, yang masih menunggu hasil pemeriksaan swab di laboratorium ada 2.609 kasus.

“Ada perbedaan dengan data nasional 9 kasus (data nasional catat 128 kasus positif di Kaltim). Karena, apa yang tercatat di pusat, ada data ganda atau terjadi duplikasi,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, dalam penjelasan virtual, Selasa (11/8) malam.

Andi menerangkan, kota Balikpapan mencatatkan penambahan tertinggi 74 kasus. Disusul kota Samarinda dan kota Bontang masing-masing 20 kasus. Berikutnya, Kutai Timur dengan 4 kasus, dan juga Penajam Paser Utara dengan 1 kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Info grafis kasus Covid-19 Kalimantan Timur per hari Selasa (11/8). (Sumber : Dinkes Kaltim)

Di Balikpapan, pasien terkonfirmasi positif BPN781 meninggal 10 Agustus. Di Samarinda, pasien kode SMD405 meninggal 9 Agustus, dan pasien SMD388 meninggal 8 Agustus. Pasien SMD388 pemakaman tidak sesuai dengan protokol Covid-19.

“Sedangkan di Kutai Timur, juga dilaporkan kasus meninggal 10 Agustus, dengan kode pasien KTM134 yang dirawat di RSUD Taman Husada, dan dimakamkan sesuai protokol Covid-19,” ujar Andi.

Andi menjelaskan, kasus sembuh hari ini bertambah 67 kasus. Sebarannya ada di Kutai Barat 4 kasus, Paser 8 kasus, dan kota Balikpapan sebanyak 55 kasus.

“Dari 2.051 kasus positif Covid-19, ada 1.330 kasus yang sembuh, dan 59 kasus meninggal dunia. Sedangkan yang menjalani perawatan berjumlah 662 kasus,” demikian Andi.

Niaga Asia mencoba mengkonfirmasi Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Kota Samarinda dr Ismid Kusasih, dan juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Samarinda, dr Osa Rafshodia, perihal pasien SMD388 tidak dimakamkan sesuai protokol. Keduanya tidak kunjung memberikan jawabannya. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *