Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M Ishak. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Provinsi Kalimantan Timur, hari ini tidak memiliki pasien terjangkit SARS-CoV-2 baru. Total kasus tetap 182 kasus. Namun demikian, jangan dikira kasus Covid-19 mereda. Sebab, ada 216 pasien dalam pengawasan (PDP) sedang menunggu hasil pemeriksaan swab.

Dalam rilis harian, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur melansir, ada penambahan 211 orang dalam pemantauan (ODP) baru di Kalimantan Timur. Sehingga, total ada 851 orang berstatus ODP.

Sementara, untuk PDP, juga ada penambahan 20 kasus baru, yang kesemuanya ada di Samarinda. Sementara untuk kasus terkonfirmasi positif, tidak terjadi penambahan.

“Total kasus terkonfirmasi positif tetap 182 kasus. Sementara yang masih menunggu hasil pemeriksaan swab ada 216 PDP,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, saat konferensi pers melalui video streaming, Kamis (7/5) sore.

Penambahan 20 Kasus PDP Baru

Kota Samarinda mencatat penambahan 20 kasus PDP baru. Dua belas kasus pertama adalah 4 laki-laki usia 30-35 tahun, dan 12 perempuan usia 25-55 tahun.

Info grafis kasus Covid-19 Kalimantan Timur per hari Kamis (7/5). (Sumber: Dinkes Kaltim)

Empat kasus PDP baru lainnya, adalah laki-laki yang belum diketahui usianya, dalam pelaporan Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Keenam belas kasus, memiliki hasil reaktif rapid test.

“Tidak ada penjelasan, 16 pasien ini dari luar kota atau tidak. Kesemuanya melakukan isolasi mandiri,” ujar Andi.

Berikutnya, 4 kasus PDP baru lain adalah perempuan 44 tahun pelaku perjalanan dari Balikpapan melakukan isolasi mandiri, perempuan 15 tahun dari Bojonegoro isolasi mandiri, dan laki-laki 16 tahun dari Magelang yang dirawat di RS Karantina Covid-19. Ketiga pasien ini memiliki rapid test reaktif.

“Satu lagi, laki-laki usia 36 tahun yang meninggal 3 Mei 2020 lalu di RS Dirgahayu, setelah dirawat sejak 27 April 2020. Pasien ini memiliki sakit stroke, dan hipertensi, dan kondisinya memburuk,” ungkap Andi.

Andi kembali menegaskan, Kaltim masih tercatat memiliki 182 kasus terkonfirmasi positif, 13 sembuh dan 2 meninggal dunia.

“Kaltim tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif, bukan berarti situasi membaik meski nol kasus. Karena masih ada 216 menunggu hasil pemeriksaan swab,” jelas Andi.

Perkembangan Klaster Gowa

Andi juga menyampaikan perihal klaster Gowa. Dimana, dari 182 kasus positif, ada 126 diantaranya berasal dari klaster Gowa. Sementara, 184 orang masuk PDP, dan 17 ODP serta 17 orang tanpa gejala (OTG).

“Angka itu dari total pelaku perjalanan yang berhasil di-tracing berjumlah 749 orang,” pungkas Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *