Penjelasan Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, Selasa (31/3). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinkes Kalimantan Timur hari ini kembali merilis kasus Covid-19 di Kaltim. Positif kasus Covid-19 tetap 21 kasus. Namun demikian, pasien dalam pengawasan (PDP) di Balikpapan, yang meninggal Selasa (31/3) malam lalu, dipastikan bukan akibat terjangkit Covid-19.

Dinas Kesehatan Kaltim melansir, untuk kasus orang dalam pemantauan (ODP) di Kaltim, bertambah 221 kasus, sehingga total ada 2.571 ODP.

Sementara, untuk kasus PDP, hari ini juga bertambah 15 kasus, dengan rincian 8 kasus di Kutai Kartanegara, 1 kasus di Paser, 4 kasus di Balikpapan, 1 kasus di Penajam Paser Utara (PPU), dan 1 kasus di Samarinda.

“Semua PDP, dirawat di rumah sakit,” kata Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, saat menggelar video conference bersama media, yang juga diikuti Niaga Asia, Kamis (2/4) sore.

Ishak menerangkan, untuk kasus yang terkonfirmasi negatif Covid-19, bertambah 1 kasus. “Total negatif ada 121 kasus negatif, masih proses menunggu hasil laboratorium 51 kasus. Untuk kasus terkonfirmasi positif tetap 21 kasus, dan 1 meninggal dunia,” ujar Ishak.

“Untuk tambahan kasus negatif di Balikpapan adalah PDP (perempuan), yang meninggal di Balikpapan. Jadi, hari ini terkonfirmasi negatif setelah pasien bersangkutan meninggal dunia,” tambah Ishak.

Kronologi Tambahan 15 Kasus PDP

Ishak menjelaskan, 8 kasus PDP di Kukar, 5 diantaranya setelah lapor ke Call Center Covid-19 Kukar, sehingga dirawat di RSUD AM Parikesit Tenggarong.

“Satu kasus lagi, pulang dari Jakarta, singgah ke Bone Sulsel, dirawat di RSUD Samboja. Dua kasus lainnya, juga setelah melapor ke Call Center dan dirawat di RSUD Samboja, dan RSUD di Kota Bangun,” ujar Ishak.

Sedangkan di Balikpapan, lanjut Ishak, dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, setelah bergejala Covid-19. “Satu kasus di Paser, pulang dari Purwokerto, dirawat di RSUD Panglima Sebaya di Paser,” tambah Ishak.

Sementara di PPU, satu PDP diketahui merupakan eks peserta Ijtima di Gowa, Sulsel, dengan gejala batuk dan memiliki gambaran pneumonia, dan dirawat di RSUD Penajam. “Satu PDP baru di Samarinda, usai perjalanan dari Makassar, dan dirawat di RSUD AW Syachranie,” ungkap Ishak.

Tracing Klaster Gowa

Masih dijelaskan Andi, tim Dinkes Kabupaten Kota di Kaltim, masih melakukan penelusuran eks peserta Ijtima, di Gowa, Sulsel. Dari kabar sekitar 1.322 peserta asal Kaltim, dan menjadi peserta terbanyak, yang berhasil ditelusuri baru 587 orang.

Dari 587 orang itu, yang masuk kategori ODP ada 143 orang, 4 PDP serta 8 orang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Peserta terbanyak asal Samarinda, dan ODP terbanyak ada di Balikpapan,” demikian Andi. (006)

 

Catatan redaksi : PDP yang meninggal di Balikpapan, adalah pasien Perempuan usia 74 tahun, dan meninggal Rabu (1/4) di RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Sementara, untuk PDP lain yang meninggal Selasa (31/3) malam, adalah pasien perempuan 35 tahun, masih menunggu hasil laboratorium.

Demikian revisi/pembaharuan informasi ini disampaikan narasumber bersangkutan, Jumat (3/4) pagi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *