Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak dalam penjelasan dia kepada wartawan, Senin (30/3). (Foto: Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Tiga warga kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dilaporkan masuk status pasien dalam pengawasan (PDP) usai melakukan perjalanan dari Balikpapan, yang masuk kota terjadinya transmisi lokal penularan Covid-19. Ketiganya diisolasi di RSUD Panglima Sebaya, Paser.

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur hari ini, kembali melansir perkembangan terbaru, kasus Covid-19 di Kalimantan Timur. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), tercatat 2.666 kasus.

Untuk kasus PDP, hari ini terjadi penambahan 20 kasus baru. Sehingga dari 31 Januari 2020 sampai saat ini, ada 213 PDP, dengan total terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 22 orang, dan masih proses menunggu hasil laboratorium 70 orang.

“Ada penambahan 1 kasus positif Covid-19 di Samarinda, sehingga total 22 kasus positif di Kaltim,” kata Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, dalam penjelasan dia melalui video conference, Jumat (3/4) sore.

Penjelasan Tambahan 20 Kasus PDP Baru

1. Kabupaten Berau 8 kasus :
a. Lima orang merupakan pelaku perjalanan dari Gowa, Sulsel, dengan keluhan dan dinyatakan sebagai PDP. Kelimanya, dirawat di RSUD Abdul Rivai Berau.

b. Satu kasus dari NTB dan Surabaya, dengan keluhan sesak nafas, dan dirawat di RSUD Abdul Rivai Berau.

c. Dua kasus lain, usai perjalanan dari Yogyakarta, dengan keluhan batuk, pilek, dan ada yang sesak nafas, sehingga dirawat di RSUD Abdul Rivai Berau.

2. Kota Balikpapan 3 kasus :
a. Satu kasus keluhan sesak nafas, ada pneumonia dan dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan (RSKD)

b. Satu kasus keluhan batuk, dirawat di RSKD
c. Dirawat di RS Tentara.

3. Kabupaten Paser 5 kasus :
a. Dua kasus usai perjalanan dari Balikpapan, memiliki keluhan batuk hingga muntah dan dirawat di RSUD Panglima Sebaya di Paser.

b. Tiga kasus dari Ijtima Gowa Sulsel, mengalami batuk hingga diare. Dirawat di RSUD Pangima Sebaya

4. Kabupaten PPU 4 kasus :
Keempatnya punya riwayat kontak dengan pasien PDP sebelumnya, yang dirawat di RSUD di Penajam

Sedangkan di Samarinda, lanjut Andi, pasien positif baru adalah seorang perempuan usia 31 tahun. Pasien bersangkutan, tidak terkait klaster manapun, dan melakukan perjalanan tunggal.

“Pasien ini dari kegiatan di Depok, Jawa Barat, pada 10-13 Maret. Keluhan awal muncul 14 Maret demam batuk, dan isolasi mandiri di rumah. Tanggal 28 Maret, masuk isolasi di RSUD AW Syachranie, karena keluhan bertambah. Dan hari in8, dinyatakan positif, kondisi stabil,” jelas Ishak.

Hasil Tracing Sementara Peserta Ijtima

Dalam kesempatan itu juga, Ishak menyampaikan hasil sementara tracing yang dilakukan Dinkes Kabupaten dan Kota, terkait penelusuran jumlah peserta Ijtima di Gowa, Sulawesi Selatan. Untuk diketahui, per Kamis (2/4), ada 587 orang yang berhasil didata.

“Hari ini, total ada 634 dari 587 pelaku perjalanan dari Gowa,” sebut Ishak. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *