Pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Kaltim Andi M Ishak saat memberikan penjelasan melalui video conference, Jumat (10/4). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Seorang pemuda usia 23 tahun di Samarinda, dinyatakan positif terjangkit Corona (Covid-19), setelah sebelumnya menghadiri acara nikahan di Makassar, Sulawesi Selatan. Makassar sendiri, masuk sebagai salah satu kota transmisi lokal penularan Covid-19.

Per hari ini, warga di Kaltim yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP), bertambah 86 orang. Sehingga total yang masih dalam pemantauan ada 2.026 orang.

Pun demikian dengan kasus pasien dalam pemantauan (PDP), terjadi penambahan 11 kasus baru. Tersebar di Balikpapan 10 kasus, dan 1 kasus di Samarinda.

“Untuk yang masih menunggu hasil pemeriksaan ada 71 orang,” kata Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, dalam penjelasan dia saat video conference, Jumat (10/4) sore.

Penjelasan 11 Kasus PDP Baru

Sepuluh kasus dari kota Balikpapan, tercatat 5 kasus dirawat di RSUD Kanujoso Dijatiwibowo (RSKD), 2 kasus dirawat di RS Hermina, dan 3 kasus lainnya menjalani perawatan isolasi di RS Tentara.

“Untuk kasus 1 PDP baru di Samarinda, dari tracing klaster Gowa, dengan keluhan pilek, batuk dan sesak nafas. Pasien bersangkutan saat ini, dirawat di RSIA Moeis,” ujar Ishak.

Soal Penambahan 3 Kasus Positif Baru

1. Kota Samarinda

Pasien laki-laki usia 23 tahun di Samarinda ini, pada 7 Maret 2020 menghadiri pernikahan temannya di Makassar. Pada 16 Maret, yang bersangkutan kembali ke Samarinda. Keluhan muncul pada 30 Maret 2020 berupa demam, batuk dan pilek.

“Pada 1 April, dilakukan rapid test dan hasilnya positif, dan diisolasi di RSUD AW Syachranie Samarinda. Pada hasil pemeriksaan swab di Surabaya, tanggal 9 April diketahui hasilnya positif,” ungkap Andi.

Info grafis kasus Covid-19 di Kalimantan Timur per hari Jumat (10/4). (Sumber : Dinkes Kaltim)

2. Kota Balikpapan

Warga Balikpapan seorang laki-laki usia 45 tahun itu, diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar Kalimantan Timur. Hanya saja, pada 21 Maret 2020, dia menghadiri acara nikah di Tenggarong, Kutai Kartanegara, dan kembali ke Balikpapan pada hari yang sama.

Berselang 2 hari kemudian, pasien bersangkutan mengalami demam, dan meminum obat biasa. “Pada 1 April dia berobat ke RSUD Beriman, dan ditemukan pneumonia (pada paruparu). Setelah specimen swab diambil, pada hari ini dinyatakan positif dan dirawat di RSKD,” terang Andi.

3. Kabupaten Berau

Untuk Berau, kasus positif Corona yang diumumkan hari ini adalah kasus pertama di Bumi Batiwakkal. Pasien bersangkutan seorang laki-laki usia 56 tahun. Dia pergi ke Gowa, pada 19 Maret 2020.

Pada tanggal 26 Maret 2020, pasien itu pulang ke Balikpapan, menggunakan kapal laut, dan kembali ke Berau sehari kemudian. Pada 30 Maret 2020 pasien itu mengalami demam.

“Ini hasi dari tracing klaster Gowa. Sekarang yang bersangkutan dirawat di RSUD Abdul Rivai di Tanjung Redeb Berau,” ungkap Andi.

Penelusuran Terkini dari Klaster Gowa

Sampai hari ini, tim kabupaten dan kota di Kaltim, berhasil menelusuri 653 orang warga Kaltim merupakan peserta Ijtima Gowa, 19-22 Maret 2020, meski kegiatan itu pun akhirnya batal.

Dari 653 orang itu, masuk ODP 147 orang, PDP 25 orang, OTG (Orang Tanpa Gejala) 9 orang serta yang terkonfirmasi positif 6 orang dari 35 kasus positif Corona di Kaltim per hari ini.

“Dari hasil evaluasi, belum ada indikasi selain Balikpapan, terjadi transmisi lokal (penularan Covid-19). Kasus seperti di Samarinda misalnya, masih dari impor, yang sebelumnya melakukan perjalanan dari daerah terjangkit di luar Kaltim,” demikian Andi, saat menjawab pertanyaan Niaga Asia, di sesi tanya jawab. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *