Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Gugus Tugas Covid-19 Kaltim hari ini, mencatat penambahan 7 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 baru. Salau satunya, bayi 10 bulan, yang kini diisolasi di RSUD Kudungga, usai hasil rapid test menunjukkan hasil positif.

Informasi itu, diperoleh dalam rilis harian yang dilakukan Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak bersama media, melalui fasilitas video conference, Selasa (14/4) petang.

Dijelaskan, pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kalimantan Timur, hari ini bertambah 84 orang, sehingga menjadikan total hari ini yang masih dalam pemantauan menjadi 1.492 orang.

“Penambahan 84 orang itu, 36 di Balikpapan, 44 di Samarinda, Mahakam Ulu 1 orang, Kutai Timur 1 orang, dan Berau 1 orang,” kata Andi, Selasa (14/4) sore.

Andi menerangkan, begitu juga dengan PDP, tercatat terjadi penambahan 7 kasus yang tersebar di Kutai Barat 1 kasus, Kutai Timur 1 kasus, Samarinda 1 kasus, dan Balikpapan 4 kasus.

Sehingga, dengan begitu, total PDP di Kaltim sejak akhir Januari 2020 tercatat 276 kasus. Sehingga, total pasien yang menunggu swab dari laboratorium ada 93 orang. “Tidak ada penambahan hasil terkonfirmasi negatif tetap 148, dan positif tetap 35 kasus,” ujar Andi.

Penjelasan 7 Kasus PDP Baru

Dari Kutai Barat dilaporkan, pasien laki-laki usia 28 mengalami demam, batuk dan sakit tenggorokan, usai melakukan perjalanan dari Kutai Kartanegara. Sehingga, ditetapkan sebagai PDP, dan dirawat isolasi di RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) di Kutai Barat.

Sementara di Samarinda, 1 orang PDP baru masuk klaster Gowa, usai mual, batuk dan muntah, dan kini dirawat di RSUD IA Moeis, milik Pemkot Samarinda.

Info grafis kasus Covid-19 di Kaltim per hari Selasa (14/4). (Sumber : Dinkes Kaltim)

Untuk di Balikpapan, tercatat 4 PDP baru. Di RSUD Kanujoso Djatiwibowo merawat 2 pasien laki-laki 33 tahun dan 46 tahun, di RS Tentara merawat pasien perempuan 52 tahun, dan di RS Hermina, merawat pasien laki-laki usia 36 tahun.

“Di RS Hermina ini, pasien bersangkutan usai dari Perancis mengalami demam, sakit tenggorokan,” terang Andi.

Sedangkan, untuk kasus 1 PDP baru di Kutai Timur, adalah pasien bayi perempuan 10 bulan. Meski tidak bergejala, namun dari hasil rapid test, menunjukkan hasil positif atau reaktif terhadap Covid-19.

Diduga kuat, bayi itu usai kontak erat dengan ayah kandungnya, yang lebih dulu berstatus PDP dan dirawat di RSUD Kudungga, Kutai Timur. Ayah kandung bayi itu sendiri, tercatat masuk klaster Gowa.

“Untuk ayah dari bayi itu, hasil rapid test juga menunjukkan hasil positif. Kedua-duanya dirawat di RSUD Kudungga. Dengan begitu, lanjut Andi lagi, di Kaltim masih tercatat 35 kasus positif, 6 sembuh dan 1 meninggal,” jelas Andi.

Eks Peserta Ijtima Bertambah 56 Orang

Perkembangan terbaru di Kutai Kartanegara, terjadi penambahan 56 eks peserta Ijtima, di Gowa, Sulsel. Sehingga total sementara hasil penelusuran di Kaltim, ada 744 orang masuk klaster Gowa, udsai perjalanan dari Gowa mengikuti Ijtima 19-22 Maret 2020. Meski, kegiatan itu batal digelar.

“Dari 744 itu, terkonfirmasi positif ada 35 orang, 52 ODP, 32 PDP, dan orang tanpa gejala (OTG) ada 9 orang,” tutup Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *