Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Warga Kaltim masuk pemantauan Covid-19 bertambah 44 orang jadi 474 orang. Pun demikian pasien dalam pengawasan juga bertambah 2 orang. Sedangkan kasus terkonfirmasi positif tetap 9 orang.

Informasi terbaru itu, dilansir Dinas Kesehatan Kaltim hari ini, per pukul 17.30 Wita. Jika dirinci, penambahan 44 orang dalam pemantuan (ODP) berada di Penajam Paser Utara (PPU) 3 orang, Bontang 7 orang, Kutai Barat 31 orang, dan Berau 3 orang.

“Sampai hari ini, ODP tercatat 593 kasus. Dimana, 119 dinyatakan telah selesai pemantauan dan menyisakan 474 ODP,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak, dalam penjelasan resmi, Sabtu (21/3) sore.

Ishak menjelaskan, data ODP yang diperoleh dari Dinkes setempat, diperoleh dari beragam cara. Baik itu tracing kontak, sampai dengan laporan ke fasilitas kesehatan di kabupaten dan kota setempat.

“Juga, call center yang disediakan di kabupaten dan kota,” ujar Ishak.

Ishak menjelaskan, terkait penambahan 2 pasien baru PDP di PPU dan Berau, dari hasil tracing kontak, berkaitan dengan pasien positif pertama, yang dirawat di RSUD AM Parikesit, di Tenggarong, Kutai Kartanegara, usai mengikuti kegiatan sinode, di Bogor, Jawa Barat.

“Dengan begitu, total ada 48 kasus PDP. Terkonfirmasi 9 positif, negatif 20 kasus, dan sisa 19 PDP menunggu hasil laboratorium,” terang Ishak lagi.

Masih disampaikan Ishak, jaga jarak dalam pergaulan sosial (Social Distancing), saat ini menjadi salah satu cara paling efektif, meminimalisir penularan Covid-19 yang berlangsung cepat.

“Kita minta masyarakat bisa memahami, bahwa tingkat penularan virus ini cukup tinggi. Sehingga, perlu kesadaran semua pihak, untuk benar-benar menyikapi situasi ini dengan serius,” demikian Ishak. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *