Press release harian GTPP Covid-19 Tarakan di kantor Dinas Kesehatan hari ini. (Foto: Mansyur/Niaga Asia)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Hingga 14.00 Wita, Selasa (24/3), Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Tarakan mencatat orang dalam pemantauan (ODP) mengalami penurunan.

Juru bicara GTPP Covid-19 Tarakan, dr Devi Ika Indriarti menyebut, jumlah ODP saat ini sebanyak 40 orang.

“Sesuai pemantauan Puskesmas wilayah tempat tinggal ODP, hinggat saat berjumlah 40 orang dari 42 orang sebelumnya,” kata Devy dalam press release hari ini.

Sedangkan ODP yang sudah selesai pemantauan berjumlah 14 orang. Belasan orang itu, dinyatakan sehat dan mendapatkan surat keterangan sehat dari Puskesmas daerah tempat tinggal ODP.

“Dan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah menjadi 7 orang. Tapi 2 orang dinyatakan negatif, sehingga 5 PDP masih menjalani perawatan di RSUD Tarakan,” jelas Devy.

Status PDP ini merupakan ODP dari 42 orang sebelumnya setelah dilakukan pemantauan secara rutin oleh pihak Puskesmas. “Satu PDP ini masuknya tadiz malam sekitar jam 2 dini hari, yang dijemput petugas kesehatan untuk menjalani perawatan di RSUD Tarakan,” jelasnya.

“PDP baru ini warga Tarakan yang riwayat perjalanannya dari Sulawesi Selatan (Sulsel), dan memang sudah ada gejala covid-19, seperti batuk, pilek dan lainnya,” ungkap Devy.

Sedangkan masyarakat yang melaporkan diri melalui hotline Dinkes Tarakan, setelah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit tanpa gejala dengan kondisi sehat, tercatat sebanyak 210 orang.

“Mengenai specimen, hari ini sudah dikirim 6 specimen PDP ke Batlitbangkes Surabaya untuk konfirmasi PDP yang sedang dirawat di RSUD Tarakan,” ujarnya.

Keenam specimen itu, berasal dari pasien yang tinggal di Tarakan 4 orang, dan masing-masing 1 orang di KTT dan Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan.

Dalam kesempatan itu, GTPP Covid-19 Tarakan mengimbau bagi masyarakat yang kembali dari daerah terjangkit di Indonesia, diharapkan melaporkan diri ke hotline Dinkes Tarakan.

“Dan self monitoring dan soft isolation, dengan terus menggunakan masker, dan air mengalir dengan sabun, sesering mugkin dan membatasi diri beraktivitas di tempat umum,” imbuhnya.

Dia menambahkan, bagi masyarakat Tarakan bagi yang mengikuti Tablig Akbar se-Asia di Kabupaten Gowa Susel, dan sudah berada di Bumi Paguntaka, diharuskan segera lapor diri baik dalam kondisi sehat maupun sakit ke hotline Dinkes Tarakan di nomor 081351432112.

“Kita tahu berapa jumlahnya yang ikut tablig yang dibatalkan itu, kan awalnya tidak pernah melapor. Kalau lapor tahu saya,” demikian Devy. (003)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *