fad
Fadhli Fakhri Fauzan

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Peneliti di lembaga survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Fadhli Fakhri Fauzan dan Dito Arif, dalam urusan pendaftaran pemilih di pemilihan gubernur Kaltim Tahun 2018 memuji kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sebab, dari hasil temuan dan survei lembaga mereka, sebanyak 94% masyarakat menyatakan sudah terdaftar untuk ikut pilgub Kaltim.

Hasil Temuan dan Analisis Survei Pemilihan Gubernur Kaltim yang diselenggarakan lembaga survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA bekerjsasama dengan SIGI (Survei Strategi Indonesia) dan mitra lokalnya di Kaltim, JIP (Jaringan Isu Publik) diungkapkan Fadhli Fakhri Fauzan dan Dito Arif, peneliti LSI dalam Konferensi Pers di Samarinda, Rabu (20/6/2018).

LSI Denny JA melakukan survei dari tanggal 2-8 Juni 2018 di Kaltim. Metode sampling yang dipakai adalah; multistage random sampling. Jumlah responden  600 responden proporsional se-Kaltim dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error lebih kurang 4,1%.

Meski demikian, keduanya mengingatkan dan perlu jadi perhatian, dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan ke responden, hanya 55,9 responden yang mengetahui persis bahwa pemungutan suara untuk pilgub Kaltim tanggal 27 Juni 2018, sisanya 44,1% menjawab salah. “Kemudian hanya 69,5% dari responden yang mengetahui jumlah paslon gubernur Kaltim ada 4 paslon, sedangkan 30,5% responden menjawab salah,” kata Fadhli.

Fadhli dan Dito secara bergantian juga mengungkapkan temuan lain dari survei, antara lain 62% pemilih akan datang ke TPS menggunakan hal pilihnya tanggal 27 Juni 2018, lebih kurang 21% juga cenderung akan berusaha menggunakan hak pilihnya walau pada hari pemungutan suara ada hambatan cuaca, misalnya hujan.

“Dari temuan tersebut, kita memperkirakan partisipasi pemilih di pilgub Kaltim kalau tidak sampai 80%, maka angkanya dikisaran 70% lebih,” kata Dito seraya mengapresiasi kerja KPU Kaltim dan paslon serta timsesnya mesosialisasikan pilgub. Kemudian 94,1% responden mengaku sudah terdaftar sebagai pemilih, sebanyak 3,2% merasa kurang yakin sudah atau belum terdaftar. “Responden mengaku belum terdaftar 2% dan tidak tahu/tidak menjawab 0,7%,” tambahnya.

Sementara itu Ketua KPU Kaltim, Mohammad Taufik ketika diminta tanggapannya pada Niaga.Asia mengatakan, pujian yang disampaikan LSI Denny JA tersebut tidak hanya untuk KPU Kaltim, tapi kepada seluruh aparat penyelenggara pilgub di kabupaten/kota hingga PPK (Panitia Pemilih Kecamatan) se-Kaltim. “Kita berharap pada hari H, 27 Juni nanti pemilih terdaftar itu benar-benar menggunakan hak pilihnya, datang ke TPS,” tambahnya.

Tentang masih cukup besarnya jumlah pemilih yang belum tahu pemungutan suara dilaksanakan 27 Juni 2018, Taufik berharap dalam masa 3 hari ke depan atau hingga tanggal 23 Juni, semua pihak, termasuk paslon dan timsesnya mesosialisasikan bahwa pemungutan suara tanggal 27 Juni. “Masih ada waktu 3 hari melakukan sosialisasi, dan paslon saat kampanye masing-masing menyampaikan berulang-ulang hari dan tanggal pemungutan suara,” kata Taufik.

Menurutnya, aparat penyelenggara pilgub sudah bekerja maksimal dan dalam 3 hari ke depan akan dimaksimalkan lagi, akan diingatkankan lagi nanti berulang-ulang, termasuk saat debat terakhir paslon di Balikpapan 22 Juni, dan kampanye akbar terakhir paslon tanggal 23 Juni. “Tanggal 24 Juni sudah masuk hari tenang,” kata Taufik. (001)

Berita Terkait