aa
SL, Oknum diduga Polhut KPH Nunukan (kiri)  terlihat menerima uang yang diduga pungli dari oknum pedagang kayu illegal  (kanan)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Beredar video oknum, SL  diduga anggota Polisi Kehutanan (Polhut) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara)  sedang melakukan pungutan liar (pungli) kepada pengusaha  hasil hutan (kayu) diduga illegal.

Video yang tersebar dikalangan masyarakat tersebut berdurasi 1 menit dan 1.38 menit berisi transaksi pemberian uang salah seorang pedagang kayu hutan kepada oknum Polhut berinial SL di lokasi gudang penyimpanan dan penjualan kayu jalan Sei Bilal, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan.

Oknum Polhut tampak menerima beberapa lembar uang pecahan seratus ribu dan pecahan lima puluh ribu sebagai uang tutup mulut agar tidak melalukan penangkapan dan membiarkan pengusaha menjual bebas kayu dagangannya.

Dalam video tertanggal 26 Agustus 2019 tersebut, pemilik kayu menyebutkan hanya mengangkut kayu sebanyak dua perahu bukan tiga perahu, kemudian pemilik kayu menitipkan beberapa lembar uang kepada beberapa orang yang juga diduga oknum pegawai KPH Nunukan yang diterima SL.

Sambil menerima uang pungli, SL mengatakan nanti saya telp orang, biar mereka mengambil uangnya sendiri dirumah. Tidak hanya satu pengusaha kayu, pemilik kayu lainnya juga memberikan uang kepada SL sekaligus uang titipan untuk beberapa orang lainnya.

Video aksi pungli oknum Polhut KPH Nunukan yang beredar viral di masyarakat diproduksi menggunakan handphone milik orang disekitar lokasi penjualan kayu, SL terlihat menggunakan celana pendek dan baju kaus pendek warna biru bermotif putih.

Transaksi pungli disaksikan beberapa orang, SL terlihat duduk berhadap-hadapan dengan pemilik kayu, SL juga mengatakan, beberapa pegawai Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum LHK) datang ke Nunukan meneliti kebakaran hutan.

Berdasarkan pengakuan saksi mata yang namanya tidak bersedia disebutkan, oknum Polhut SL sering kali datang di lokasi-lokasi gudang penjualan kayu di jalan Sei Bilal, bisanya 2 atau 3 hari terlihat duduk di gudang kayu berbicara dengan pemilik kayu

SL selalu bertanya berapa banyak kayu masuk ke Nunukan, kemudian SL bersama pengusaha duduk bersama, disaat itulah pemilik kayu menyerahkan sejumlah uang yang diduga pungli. “Sebentar saja mereka ketemu, kalau sudah dikasih uang, SL pulang meninggalkan gudang kayu,” ucapnya.

Tidak hanya satu lokasi penjual kayu, SL juga mendatangi beberapa gudang penjualan kayu, praktek pungli kembali dilakukannya dan kegiatan sudah berlangsung lama dan antara pemilik kayu dan SL sudah saling mengerti. “Kalau ada kayu masuk digudang, SL tidak lama pasti datang mengambil jatah punglinya, kadang seminggu bisa 2 atau 3 kali ambil uang,” katanya. (002)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *