ilustrasi

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Virus Corona (COVID-19) yang datang awal bulan Maret 2020 membikin APBN Tahun Anggaran 2020 “babak belur”. Dana untuk pencegahan dan penanggulangan COVID-19 beserta dampak-dampak sebesar Rp405,1 triliun menyedot  lebih kurang 16 persen dari APBN 2020 sebesar Rp2.540,4 triliun.

Kalau pengeluaran untuk COVID-19 Rp405,1 triliun disandingkan dengan rencana pendapatan di APBN 2020 sebesar Rp2.233,2 triliun, maka pengeluaran untuk COVID-19 tersebut lebih kurang 18 persen dari pendapatan negara.

Tidak itu saja, datangnya virus corona juga bisa membuat devisit APBN 2020 membengkak dari perkiraan semula 307,2 triliun, karena virus corona juga bisa membuat  pendapatan negara menurun akibat dunia usaha lesu, ditambah harga minyak juga anjlok cukup dalam.

Pengeluaran sebesar Rp405,1 triliun untuk pencegahan dan penanggulangan dampak-dampak COVID-19, sebagaimana disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (31/3/2020), untuk kesehatan Rp75 triliun, terutama untuk insentif tenaga media dan penanganan kesehatan.

“Kemudian, sebesar Rp110 triliun digunakan untuk jaring pengaman sosial yang diperluas, dukungan untuk industri terdampak COVID-19 Rp70,1 triliun, berupa pajak, bea masuk, dan KUR. Sedangkan dukungan pembiayaan anggaran bagi program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp150 triliun,” ungkap Menko Perekonomian. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *