AA
Wagub Hadi Mulyadi bersama para siswa di Muara Wahau. (adisuseno/humasprovkaltim)

MUARA WAHAU.NIAGA.ASIA-Berkunjung ke Kutai Timur untuk peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raudhatul Jannah Muara Wahau, Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi juga memberikan motivasi kepada para guru. Dalam arahannya Hadi Mulyadi meminta semua guru tidak saja di Muara Wahau tetapi juga di seluruh wilayah Kaltim agar bisa bekerja dan melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas.

“Kalau tidak tulus dan ikhlas tidak gampang jadi guru. Karena saya sudah merasakan jadi guru selama 25 tahun, baik tingkat SD, SMP, SMA bahkan pernah jadi asisten dosen dan menjadi dosen di Unhas (Universitas Hasanuddin) Makassar maupun universitas di Samarinda. Saya tahu suka dukanya menjadi guru,” kata Hadi Mulyadi, Minggu (3/2/2019).

Dia bisa memahami perasaan para guru terutama terkait penghasilanya. Oleh karena kewenangan sudah beralih ke provinsi untuk guru SMA, maka tahun insentif sudah dinaikkan.

Sedangkan untuk guru SMP, SD, TK (Taman Kanak-Kanak) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Hadi meminta agar pihak kabupaten dan kota juga bisa membantu meningkatkan insentif para guru. “Insyaallah tahun ini insentif guru SMA sudah dinaikkan. Sementara guru SMP, SD dan TK kita minta pihak pemerintah kabupaten dan kota juga bisa membantu meningkatkannya,” tegas Hadi Mulyadi yang langsung mendapat aplaus dari seluruh undangan  termasuk para guru-guru yang menghadiri acara tersebut.

Hadi paham betul suka duka menjadi seorang guru. Baginya, guru zaman now dan jaman dulu sangat jauh berbeda. Kalau dulu pekerjaan guru bisa disebut P7, kependekan dari pergi pagi pulang petang, penghasilan pas-pasan. Tapi sekarang, guru sudah lebih sejahtera. “Jadi guru pada zaman dulu tipe rumahnya juga tipe rumah S7. Sangat sempit selonjorpun sakit. Santai- santaipun susah. Itu zaman dulu. Tapi sekarang sudah sejahtera semua karena pemerintah sudah memperhatikan kesejahteraan guru,” canda Hadi.

Dalam kesempatan tersebut Hadi Mulyadi juga memberikan apresiasi kepada Sekolah Dasar Islam Terpadu Yayasan Bina Insan Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim) yang telah membantu Pemkab Kutim dan masyarakat Muara Wahau maupun masyarakat Kecamatan Kongbeng. “Ini menjadi rasa bangga dan rasa syukur saya, karena di tempat yang jauh ada yayasan yang mengelola  pendidikan dan keberadaanya tentu sangat membantu pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), termasuk masyarakat baik di Muara Wahau maupun Kecamatan Kongbeng,” papar Hadi Mulyadi.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Hadi Mulyadi juga membantu semua siswa fakir miskin maupun yatim piatu yang berjumlah kurang lebih 50 siswa  (dari jumlah 600 siswa) di Yayasan Bina  Insan. Wagub membayarkan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama satu tahun.

“Semua siswa-siswi fakir miskin dan yatim  piatu yang ada di Yayasan Bina Insan ini saya bayarkan SPPnya selama satu tahun. Mudah-mudahan tahun yang akan datang sudah ada yang membantu,” jelas Hadi Mulyadi yang kembali mendapat aplaus seluruh undangan. (humasprovkaltim)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *