Wagub Kaltara dan Masyarakat Nunukan Lepas Jenazah Danni Iskandar

Pelepasan jenazah Danni Iskandar dari rumah duka ke peristirahatannya terakhir di Pemakaman Kampung Jawa, Nunukan. (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Yansen TP  bersama masyarakat Nunukan melepas pemberangkatan jenazah H. Danni Iskandar dari rumah pribadinya ke peristirahatan terakhirnya di pemakaman Kampung Jawa, Kecamatan Nunukan.

Mantan Ketua DPRD Nunukan periode 2014 -2019 ini meninggal dunia Sabtu 26 Maret 2022 pukul 03:00 Wita dini hari, setelah mengalami serangan jantung dan belum sempat dibawa ke rumaha sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Selain Yansen, juga tampak di rumah duka di jalan Porsas, kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah, Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan, Serfianus, sejumlah anggota DPRD Nunukan dan ribuan masyarakat.

Dalam kata perpisahannya, Yansen mengatakan, almarhum adalah sahabatnya, adik dan teman seperjuangan dalam kepengurusan Partai Demokrat di Kaltara. Beliau adalah salah satu putra terbaik di Kaltara, khususnya Nunukan.

“Beliau tokoh masyarakat yang  selalu menyambung silaturahmi dimana saja tidak hanya di Nunukan, Malinau, KTT dan Tarakan,” tuturnya.

Mewakili Gubernur Kaltara,  Zainal Arifin Paliwang,  yang sedang menjalankan tugas di luar daerah, Yansen menyampaikan ucapan turut berduka cita atas kepergian putra terbaik Nunukan, Kaltara merasa kehilangan Danni Iskandar.

Sebagai orang tua, Yansen memberikan rasa bangga kepada almarhum yang memiliki semangat kuat dan energik, beliau tidak pernah lelah membangun silaturahmi di masyarakat baik di Nunukan, Malinau, KTT dan Tarakan.

“Beliau masih sehat-sehat dan ini terasa mimpi, susah rasanya menerima berita ini karena tadi malam masih sempat saling share-share  foto – foto kegiatan,” tuturnya.

Almarhum meninggal dunia di usia muda, namun darma bakti untuk negara cukup besar. Begitu pula terhadap masyarakat Nunukan yang selama mengenal sosok Danni Iskandar sebagai masyarakat berkharisma.

Secara khusus Yansen menyampaikan pula ucapan turut berduka cita dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono yang berada di Jakarta, semoga keluarga ditinggalkan diberikan kesehatan dan kekuatan.

“Saya ketua DPD bersama ketua umum pimpinan Partai Demokrat menyampaikan duka, beliau menyampaikan salam kepada keluarga dan masyarakat Nunukan,” ungkap Yansen.

Sementara itu, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah dalam kata pengantar jenazah, menyampaikan,  pada Sabtu 26 Maret 2022 telah kehilangan salah satu putra terbaik bangsa bernama H. Danni Iskandar yang telah mengabdikan diri sebagai ketua DPRD Nunukan, periode 2014 – 2019.

“Atas nama Pemerintah Nunukan, menyampaikan turut berduka cita sedalam dalamnya dan mengucapkan terima kasih atas jasa-jasanya selama mengabdikan diri. Semoga almarhum diampuni segala dosanya, terima segala amal baktinya serta keluarga ditinggalkan diberikan ketabahan iman dan kekuatan agar dapat melanjutkan cita-citanya,” tuturnya.

Almarhum Danni Iskandar meninggal dunia di usia 46 tahun dengan meninggalkan satu orang istri dan 4 orang anak. Jenazah tokoh masyarakat ini dimakamkan di pemakaman Kampung Jawa, Kecamatan Nunukan.

Serangan jantung

Mewakili keluarga almarhum, Andre Pratama, menuturkan, almarhum meninggal dunia disebabkan serangan jantung dan belum sempat dibawa ke Puskesmas kota dan RSUD Nunukan.

“Tadi malam beliau sempat menghadiri acara pernikahan masyarakat dan kalau tidak salah juga malam kemarin masih sempat makan palekko,” sebutnya.

Hal berkesan bagi Andre terhadap almarhum adalah nilai – nilai sosial  dan kemanusian yang sangat tinggi. Beliau selalu ingin membantu kesusahan dan selalu melayani keluhan masyarakat untuk dicarikan  penyelesaiannya.

“Beliau memiliki pemikiran, tidak boleh kita berhenti membantu masyarakat. Mewakili keluarga almarhum, saya mohon maaf jika ada tutur kata selama hayat almarhum yang salah,” ujarnya.

Ratusan warga ikut mengantarkan jenazah almarhum menuju lokasi pemakanan. Beberapa masyarakat mengatakan bahwa hari ini adalah hari duka Nunukan, hari bersih untuk kita semua di Kabupaten Nunukan.

“Beliu teman kami, sahabat kami, kakak bagi kami, kami pasti merindukan senyum dan kebaikan beliau,” kata Asrin.

Selama mengenal almarhum, Asrin tidak pernah melihat raut muka marah ataupun kesal dari beliau, selalu tersenyum dan menerima masyarakat secara terbuka. Pintu rumah almarhum terbuat luas untuk semua masyarakat.

“Siapa saja datang diterima, orang minta tolong, orang melapor minta diselesaikan masalah, mengadu apa saja diterima. Soal seberapa sosialnya beliau jangan ditanya lagi lah,” katanya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: