Wagub Serahkan Sertifikat P-IRT Kepada 15 Pelaku Usaha

Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi  didampingi Kepala Disbun Kaltim, Ujang Rachmad secara simbolis menyerahkan Sertifikasi Produk Komoditi Perkebunan kepada 15 pelaku usaha yang tersebar di Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. (Foto Istimewa).

 

SAMARINDA.NIAGA.ASIA –  Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan fasilitas Izin Usaha dan Sertifikasi Produk Komoditi Perkebunan (P-IRT) terhadap para pelaku usaha yang dinilai layak mendapatkannya.

Dalam penerbitan P-ITR bagi pelaku usaha yang ada di Paser, Dinas Perkebunan Provinsi  Kaltim bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Paser,  dan Dinas Perindustrian, Perdagangan Kabupaten Paser.

“Penyerahan sertifikat P-IRT ini dilaksanakan di Aula Kantor KPHP Kendilo, Kabupaten Paser, Selasa (8/6/2022) lalu. Dalam acara yang dihadiri langsung Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi itu juga diserahkan 200 bibit aren genjah,” kata Kepala Disbun Kaltim, Ujang Rachmad.

P-IRT merupakan  program Seksi Bimbingan Usaha Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Tahun Anggaran 2022.

Pelaku Usaha untuk mendapatkan SPP-IRT harus mengikuti dulu Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Paser atau Instansi lain yang menyelenggarakan Penyuluhan Keamanan Pangan (KPK) selama satu hari.

Memenuhi persyaratan Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industry Rumah Tangga (CPPB-IRT) atau Higienis Sanitasi dan Dokumentasi, serta Memenuhi Ketentuan Label dan Iklan Pangan Olahan.

Setelah dinyatakan lulus, dalam  jarak waktu satu bulan diadakan kunjungan lapangan tempat pengolahan produk. Kemudian  dalam waktu tiga bulan dinyatakan lulus dalam kunjungan lapangan lalu diterbitkan Sertifikat P-IRT.

P-IRT yang diserahkan di Paser untuk 15 orang pelaku usaha dan 4 pelaku usaha dinyatakan belum memenuhi persyaratan karena tempat pengolahan produknya tidak higienis.

Pemberian fasilitas P-IRT ini berlokasi di tiga kabupaten yakni Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Ke 15 pelaku usaha yang telah mempunyai produk dan brand, akan tetapi belum memiliki P-IRT, yang merupakan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

[Intoniswan|ADV|Diskominfo Kaltim]

Tag: