Heriyanto dengan tangan terborgol. Bisnis produksi dobel L yang dia lakoni berujung penjara. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Heriyanto (47), wakar salah satu SMP Negeri 34 di Jalan Aminah Syukur, Samarinda, meringkuk di penjara Polresta Samarinda. Dia mengaku menghabiskan Rp25 juta, untuk membeli peralatan dan bahan produksi pil koplo, atau dobel L.

Uang sebesar itu, menurut Heriyanto, dia setorkan ke temannya, yang kini sedang dicari polisi. Kendati demikian, anehnya, Heriyanto bersikeras, dia tidak tahu menahu bahwa yang dia produksi adalah pil koplo.

“Saya tidak tahu. Tapi katanya teman saya, ya buat bikin dobel L,” kata Heriyanto, usai penangkapan, Sabtu (28/11) malam.

Peralatan, bahan produksi berikut pil koplo hasil produksi Heriyanto disita sebagai barang bukti (Foto : Niaga Asia)

Produksi sejak September – Oktober 2020 lalu, sedikitnya Heriyanto dan temannya, sudah memproduksi lebih 1.000 butir pil koplo. “Bahannya darimana, saya tidak tahu. Yang tahu teman saya itu. Yang rencana jual juga teman saya. Tapi yang ada ini (ribuan butir pil koplo), belum terjual,” ujar Heriyanto.

Berita terkait :

Produksi Pil Koplo di Gudang Sekolah, Wakar SMP di Samarinda Ditangkap

Lantaran temannya diduga kabur, Heriyanto kemudian merasa dimanfaatkan temannya itu. “Kalau modal saya sudah kembali, saya mau berhenti (produksi). Saya nggak tahu itu benar dobel L atau tidak. Saya saja tidak pernah merasai, nggak tahu rasanya,” tambah dia.

Heriyanto sendiri menjadi, memang melakoni pekerjaan sebagai penjaga malam sekolah. “Sudah 5 tahun ini jadi wakar. Yang jelas, seandainya uang saya kembali, mau setop. Karena saya sudaha tidak punya uang lagi,” pungkasnya. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *