Wakil Ketua DPRD Nunukan Minta TNI-Polri Tindak Tegas Penyelundup Nibung ke Malaysia

Nelayan Bagan Sebatik mulai kesulitan mendapatkan batang Nibung untuk memperbaiki bagannya yang rusak, paska adanya penyelundupan batang nibung ke Malaysia. (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Nunukan, Burhanuddin mengingatkan pemerintah daerah dan aparat TNI – Polri agar menindak tegas penyelundupan batang pohon nibung ke wilayah Indra Sabah, Tawau, Malaysia.

“Phon nibung dipelukan nelayan daerah untuk membangun dan memelihara bagan ikan di perairan Ambalat. Saat ini pohon nibung mulai susah dicari, kalaupun ada mahal karena menyesuaikan harga pasaran di Malaysia,” kata Burhanuddin pada Niaga.Asia, Senin (31/012022)

Batang nibung satu-satunya material yang layak dan murah mendirikan alat tangkap ikan atau bagan, karena itu pengambilan pohon harusnya dibatasi dan tidak seharusnya dijadikan komoditi ekspor, apa lagi secara ilegal.

Bagi nelayan, batang nibung diperlukan hanya ketika ada kerusakan  pada konstruksi bagan, biasanya antara bulan Maret dan September atau paska gelombang laut besar yang terkadang menghancurkan tiang-tiang penyangga bagan.

“Bulan Februari dan Agustus musim gelombang besar di perairan perbatasan Indonesia – Malaysia, setelah itu biasanya nelayan memperbaiki kerusakan bagan,” terang Burhanuddin.

Musim gelombang besar sekaligus sebagai musim panen karena di waktu-waktu itulah ikan teri yang hidupnya berkelompok mudah ditangkap menggunakan jaring bagan nelayan tradisional di Sebatik.

Nibung adalah Sumber Daya Alam (SDA) yang habitatnya mulai terbatas dan berapa tahun terakhir langka, sementara nelayan-nelayan Sebatik masih sering melihat adanya pengiriman nibung dalam jumlah besar ke luar negeri.

“Kalau sebatas untuk kebutuhan nelayan Sebatik tidak masalah, akan menjadi masalah ketika ada penyelundupan dalam jumlah besar dan itu illegal,” bebernya.

Inilah jenis kayu Nibung diselundupkan oknum dari wilayah hukum Kabupaten Nunukan ke Malaysia (Foto Istimewa)

Menurut Burhanuddin, semua nelayan bagan Sebatik, sepakat  penyeludupan nibung ke Malaysia, dihentikan baik dalam jumlah kecil ataupun besar, tidak ada toleransi bagi perdagangan dampaknya akan merusak ekonomi nelayan.

Berdirinya bagan – bagan yang menggunakan batang nibung asal Nunukan di Malaysia mempengaruhi harga jual ikan teri Sebatik, bahkan bulan tidak mungkin semakin lama nelayan bagan lokal kehilangan komoditi ekspor.

“Ikan teri ambalat adalah andalan nelayan Sebatik, ratusan nelayan di perbatasan bergantung dari penghasilan bagan ini,” ujarnya.

Meski bukan dikategorikan tanaman larangan terbatas, pohon nibung yang panjangnya mencapai 9 sampai 25 meter memiliki daya tahan sangat baik dalam air. Harga nibung juga tergolong murah dibandingkan kayu-kayu keras lainnya.

Semenjak maraknya penyelundupan, harga nibung di pasaran lokal yang awalnya Rp 20 juta naik menjadi Rp 49 juta per 100 biji, kenaikan dipicu penyesuain harga jual di Malaysia, yang sangat tinggi.

“Kita ingin nibung dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat Kabupaten Nunukan, jadi harus ada tindakan tegas dari pemerintah dan petugas melarang penyelundupan,” tuturnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: