aa
Hj Nadia, politis Partai Demokrat di DPRD Nunukan. (Foto Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Perbatasan RI – Malaysia, Haji Nadia warga Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, sukses menjadi satu dari tiga srikandi perwakilan Pulau Sebatik duduk di kursi DPRD Nunukan masa jabatan 2019-2024.

Meraih 1.561 suara, ibu dua anak ini suskes menjadikan dirinya sebagai satu-satunya perwakilan caleg partai Demokrat Dapil II Sebatik duduk di kursi dewan bersama dua anggota dewan wanita asal Pulau Sebatik Hj. Nursan partai Gerinda dan Hj. Nikmah partai Hanura.

Menurut Nadia, dukungan keluarga dan warga adalah adalah modal utama bagi dirinya terjun ke dunia politik. Dari dukungan itu pula, ibu berusia 31 tahun akhinya memilih menyumbangkan sebagian waktunya untuk mengabdi kepada masyarakat Sebatik. “Politik adalah dunia baru bagi saya, masih perlu belajar dari para senior dan saran-saran dari masyarakat,” tuturnya.

Terlahir sebagai wanita penyuka dunia traveling, sosok Nadia cukup dikenal dikalangan ibu-ibu warga Sebatik, keramahan dan luwesnya pergaulan bermasyarakat inilah yang membuat dirinya suskes mengambil simpatik dukungan suara pada pemilu legislatif.

Baginya, wanita bukan hanya sekedar mahkluk lemah yang sehari-hari mengurus rumah, dapur dan kasur, wanita punya hak politik dan berhak berkarir di dunia politik, namun tetap menjaga kodratnya sebagai ibu dan istri dirumah tangga.“Kursi politik ini adalah amanah dari rakyat terkhusus warga Sebatik, saya berjanji menjaga amanah sesuai kaidah tugas dan tupoksi lembaga legislatif,” sebutnya.

Nadia melihat selama ini keberadaan perempuan sangat dikesampingkan. Geraknya tidak pernah dijadikan perhatian, namun ketika orang mengetahui potensi besar dari perempuan itu, maka berikanlah kami perempuan tupoksi yang adil berkarya membangun bangsa ini.

Kewajiban kuota 30% untuk pengurus parpol dalam pencalonan anggota legislatif untuk perempuan adalah peluang besar yang diberikan pemerintah dalam mewujudkan demokrasi yang tidak bias gender sekaligus sebagai bukti kedewasaan suatu bangsa. “Telah hadir presiden, menteri, dewan, ilmuan hingga pengusaha sukses yang kiprahnya menjadi simbul ketokohan perempuan Indonesia,” sebut Nadia.

Berangkat dari hal itu, Nadia terjun ke dunia politik mendedikasikan sebagian waktunya untuk masyarakat dengan sasaran pertama mengurangi mengurangi angka pengangguran dikalangan perempuan, meskipun ibu rumah tangga.

Sebagai perempuanm kita tetap harus produktif disela-sela tugasnya sebagai ibu rumah tangga dengan cara memciptakan lapangan pekerjaan wirausaha, jika memungkinkan ciptakan sebuah usaha yang kiranya dapat mempekerjaan orang lain. “Jangan terpaku berharap dari penghasilan suami, wanita-wanita Pulau Sebatik harus produktif menciptakan peluang usaha mandiri,” ucapnya.

Selain mengajak produktif, politikus Demokrat ini memiliki misi utama yaitu ingin melihat Pulau Sebatik berkembang lebih baik lagi. Sebagai daerah perbatasan dengan Malaysia, Sebatik perlu mendapat perhatian khusus pemerintah pusat dan daerah.

Pembangun infrastruktur sarana umum penyediaan air adalah hal paling penting untuk Sebatik dan tidak kalah penting lagi adalah, pembangunan penangkal abrasi bibir pantai yang semakin tahun terus longsor terkikis oleh ombak laut.

Sektor perikanan sebagai komoditi andalan telah banyak mendapat perhatian pemerintah, nelayan mendapat bantuan alat tangkap dan perahu, selanjutnya bagaimana cara meningkatkan hasil tangkapan dan melegalkan perdagangan ikan ke pembeli di Malaysia.

“Peran dan keberadaan pemerintah mutlak diperlukan rakyat, tapi jangnlah segalanya berhadap dari pemerintah, berusaha hidup mandiri menciptakan karya produktif,” bebernya. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *