Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.

BANYUWANGI.NIAGA.ASIA-Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan bahwa dalam mengelola suatu organisasi, tugas pokok seorang pemimpin yaitu melaksanakan fungsi-fungsi seperti merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi.

Terlaksananya tugas-tugas tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pimpinan seorang diri, tetapi dengan menggerakan orang-orang yang dipimpinnya. Terutama pimpinan di Kementerian Keuangan harus dapat mengayomi anak buah yang dipimpinnya.

“Pekerjaan mengelola keuangan negara kalau kita lihat Kementerian Keuangan itu bertuliskan Nagara Dana Rakca artinya penjaga keuangan negara. Jadi apa yang dilakukan teman-teman yang mengerjakan sesuatu, sedetil apapun itu jangan sampai kita abaikan sehingga dia tidak merasa bagian dari pekerjaan besar mengelola keuangan negara. Ibu Bapak pimpinan eselon 4, 3 dan 2 tugas pimpinan adalah membantu anak buahnya supaya anak buahnya itu bisa melakukan pekerjaan,” ujarnya.

Wamenkeu mengatakan itu saat  mengunjungi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Banyuwangi pada Jum’at (14/02) dan dirilis disitus kemenkeu.go.id, Senin (17/2/2020).

Pada kunjungan tersebut  Wamenkeu memberikan arahan kepada jajaran Kementerian Keuangan yang berada di Banyuwangi dan sekitarnya seperti Bea Cukai Banyuwangi, Jember dan Probolinggo, KPPN Banyuwangi dan KPKNL Jember.

Wamenkeu menambahkan, selain kepemimpinan diperlukan juga penerapan sikap kerja di dalam nilai-nilai Kementerian Keuangan terutama nilai sinergi. Para jajaran pegawai Kemenkeu baik di pusat maupun di daerah harus memiliki paling tidak pemahaman mendasar mengenai bidang kerja dari rekan-rekan kerja unit eselon I lainnya.

“Teman-teman dari Bea Cukai punya pemahaman mengenai apa yang dikerjakan oleh Pajak. Teman-teman KPPBC saya harapkan mengerti apa yang dikerjakan oleh teman-teman KPPN dan teman-teman yang KPPN mengerti apa yang dikerjakan oleh teman-teman KPP Pelayanan Pajak dan teman-teman semuanya saling mengerti apa yang dikerjakan satu sama lain ini bentuk sinergi. Supaya saling mengerti apa yang dikerjakan karena rumpunnya sama rumpun pajak dan bea cukai ada dalam rumpun penerimaan negara. Sama-sama mengumpulkan penerimaan negara, objeknya beda, cara mengumpulkannya beda, tatacaranya beda tetapi pada esensinya ya sama,” tambahnya.

Dalam mengelola keuangan negara, kehadiran forum sinergi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan tidak lupa mengamati pembangunan daerah maupun pembangunan regional karena jajaran Kemenkeu dalam menjalankan APBN 2020 selain menjaga keuangan negara juga menjaga pembangunan ekonomi daerah. (*/001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *