Wanita Penjual BBM di Tarakan Diduga jadi Korban Salah Tembak Polisi

Kepala Polres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia (istimewa)

TARAKAN.NIAGA.ASIA — Seorang wanita berinisial HA, ibu penjual bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Jalan Perumahan PNS RT 12 Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara di kota Tarakan, Kalimantan Utara, diduga jadi korban salah tembak oknum Polri di Tarakan Selasa.

Ajun Komisaris Besar Polisi Taufik Nurmandia, kepala Polres Tarakan mengatakan, korban mengalami luka di bagian punggung diduga terkena peluru senjata api salah satu personel Polres Tarakan yang hendak melumpuhkan seorang pria berinisial BG, buronan kasus pencurian dan penganiayaan.

“Pelurunya mengenai punggung bagian depan tembus ke belakang, makanya terlihat ada lubang. Sebenarnya cuma satu peluru,” kata Taufik dalam pernyataannya kepada niaga.asia Kamis.

Kronologi kejadian berawal dari kegiatan personel Polres Tarakan bersama intel Polsek di Tarakan menggunakan mobil mencari keberadaan BG yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian dan penganiayaan di rumahnya. Namun demikian kepolisian tidak menemukan terduga pelaku BG.

Setelah tidak menemukan BG di rumahnya, kepolisian berniat pulang kembali menuju Polres, dan mampir di salah satu penjualan BBM milik HA, di pinggir jalan Perumahan PNS RT 12 Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara.

“BBM mobil personel habis, jadi mampir beli di tempat (korban) HA. Nah, kebetulan personel melihat DPO bersama temannya lewat naik motor, lalu personel turun dari mobil menghadangnya,” Nurmandia menerangkan.

Personel yang coba menghadang kendaraan malah ditabrak oleh terduga pelaku BG hingga terjatuh. Melihat rekannya terjatuh, personel lainnya spontan keluar dari mobil dan memutar dari belakang, melakukan tembakan ke arah DPO.

Nahas, peluru tembakan personel malah mengenai HA yang saat itu sedang mengisi BBM ke mobil polisi. Sedangkan BG berhasil melarikan diri menggunakan motor.

“Waktu personel hendak menembak, posisi HA lagi jongkok mengisi BBM. Pas terdengar suara tembakan, HA berdiri dan terkenal peluru itu,” jelasnya.

Pasca peluru mengenai punggung, HA sempat merasakan panas di bagian belakang badannya. Kepolisian di lokasi bergegas membawa HA ke RSUD Tarakan, di mana HA kemudian dioperasi untuk mengambil proyektil peluru yang bersarang di punggungnya.

Menurut Nurmandia, kondisi korban sudah membaik dan sedang dilakukan pemeriksaan Computerized Tomography Scan (CT Scan), yang bertujuan untuk memastikan ada tidaknya sisa proyektil yang tertinggal di dalam tubuhnya.

Polisi menilai kejadian itu murni musibah dan tidak ada unsur kesengajaan.

“Namanya musibah tidak ada yang mau. Kita tidak akan mencelakakan masyarakat. Alhamdulilah kita dengan suami korban baik-baik. Kami berusaha bagaimana cara menyembuhkan ibu,” tuturnya.

Alfin, suami dari wanita korban salah tembak di Tarakan itu mengaku tidak mengetahui persis peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 Waktu Indonesia Tengah itu.

Saat kejadian Alfin sedang berada di tempat kerjanya. Dia hanya mendapatkan kabar istrinya dibawa ke rumah sakit.

“Aku dari tempat kerja langsung pergi menyusul istri ke RSUD Tarakan. Kondisi istri saya sadar dan saya lihat ada dua lubang di bagian bahu dan pinggang,” terang Alfin.

Berdasarkan informasi tetangga yang diterima Alfian, istrinya saat kejadian sedang melayani penjualan BBM eceran. Sementara anaknya yang kini duduk di kelas 6 sekolah dasar berada di rumah, hanya bisa menangis melihat ibunya dibawa ke RSUD Tarakan.

Sejak kejadian itu sejumlah polisi bergantian berjaga di ruang pengobatan di RSUD Tarakan.

Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya, Kepala Polda Kalimantan Utara sempat menjenguk korban HA, dan menyampaikan permintaan maaf sekaligus menjamin semua biaya pengobatan korban HA.

“Pak Kapolda minta maaf. Beliau sempat menangis merangkul dan peluk saja. Beliau juga menanggung semua keperluan pengobatan,” demikian Alfin.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Saud Rosadi

Tag: