Ribuan warga antre sembako di rumah pribadi Isran Noor, Kamis (23/4). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Ribuan warga Samarinda, berjejal antre sembako di kediaman Gubernur Isran Noor, di Jalan Adipura, Samarinda. Polisi pun mengambil tindakan tegas membubarkan antrean, sesuai Maklumat Kapolri yang melarang kerumunan di masa pandemi Corona.

Berdasarkan pantauan Niaga Asia, warga mulai berdatangan dan berjubel antre di rumah Isran, usai salat Dzuhur, sekira pukul 12.30 Wita tadi. Mereka sangat berharap, mendapatkan sembako Isran, meski khawatir terkena Corona.

“Saya dapat kabar bagi sembako ini dari kemarin. Info dari mulut ke mulut. Makanya saya ke sini,” kata seorang ibu rumah tangga, Yuli (31), ditemui Niaga Asia di lokasi kejadian.

Yuli menerangkan, dia sempat diminta untuk tidak memberitahukan kepada warga yang lain, agar massa tidak semakin banyak. “Bagaimana bisa? Kalau orang sudah lapar, saya bantu infokan ada bagi sembako,” ujar Yuli.

Meski begitu, Yuli mengaku tetap khawatir terjangkit Corona. “Mau bagaimana lagi? Sata di sini jam 1 siang. Dikasih tahu jarak1,5 meter antrenya. Tapi nyatanya saya berdesakan,” ungkap Yuli.

Ibu rumah tangga lainnya, Febrianti (26) juga mengungkapkan senada. “Khawatir Corona sih. Tapi mau gimana mas? Saya antre dan dapat sembako ini, Alhamdulillah,” ungkap Yuli.

Polri dan TNI, sempat dibikin bingung dan tidak bisa berbuat banyak melihat jubelan anterean masuk halaman rumah Isran.

Setelah lama antre warga tidak kebagian usai kegiatan dibubarkan polisi. (Foto : Niaga Asia)

Desakan Massa Akhirnya Dibubarkan

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, tiba di lokasi sekira pukul 14.45 Wita. Dia sempat terdiam, melihat massa berjubel di masa pandemi Corona. Di sisi lain, personelnya terus mengingatkan warga, dan meminta membubarkan diri karena sembako sudah habis.

‘Salah pengertian dari masyarakat. Sembako habis, ternyata masyarakat belum bubar. Yang namanya pembagian sembako, ada antusiasme masyarakat. Kepolisian bertugas mengamankan,” kata Arif.

Arif menegaskan, Maklumat Kapolri jelas berlaku karena melarang kerumunan massa. “Ya! Kita bubarkan segera,” tegas Arif.

“Aturan jelas, aturan 2 jarak 2 meter karena kita terapkan protokol kesehatan. Ya kita tidak menyangka (massa berjubel). Kita maklumi saja ini,” kata Kepala Satpol PP Kaltim Gede Yusa.

Noorbaiti, istri Isran Noor, mengaku ada 1.600 paket sembako yang disediakan. “Masyarakat yang datang, lebih dari itu. Maaf yang tidak dapat. Cuma ini kemampuan Pak Gubernur, berbagi kepada masyarakat,” kata Noorbaiti.

Warga pun berangsur bubar pukul 15.00 Wita. Mereka yang tidak kebagian sembako, gigit jari. Mulai dari ojek online, anak-anak hingga ibu rumah tangga, meski di bawah terik matahari. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *