aa
Proyek septic tank di Sungai Bolong banyak rusak (Foto Budianshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sanitasi yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Nunukan tahun 2019 di pemukiman penduduk pinggiran laut mengalami kerusakan, beberapa septic tank yang sudah dipasang jebol dan hanyut terbawa ombak karena tidak kokohnya kayu penahan septic tank yang ditanam ke dasar tanah.

Seperti terlihat di jalan Sungai Bolong RT 08 Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan, warga mengeluhkan septic tank jenis plastik dikerjakan kontraktor terkesan asal-asalan. Terbukti, baru berusia 2 bulan fisik proyek mengalami kerusakan.

“Coba lihat disanaa, itu baru satu bulan terpasang sudah terlepas hanyut terbawa arus air,” kata Darnah, Rabu (16/10/2019)

Sebagai warga yang bermukim di punggiran laut, Darnah bersama warga lainnya sangat menginginkan proyek septic tank yang dikerjakan pemerintah daerah tahun 2019 bisa bertahan lama, setidaknya 5 sampai 7 tahun.

Rusaknya septic tank disebabkan kurang kokohnya pondasi kayu penyangga material septic tank yang tertanam dalam tanah, apalagi kita ketahui bahwa struktur tanah dipinggiran laut lumpur ditambah ombak air laut yang tiap hari menggoyang pondasi kayu.

“Kedalaman kayu pondasi septic tank cuma 1 meter masuk dalam tanah, sedangkan disana tanah lumpur mudah bergerak,” sebutnya.

Pembanguan sanitasi dipemukiman rumah penduduk sangat membantu dalam hal kebersihan air laut, kotoran air besar yang sebelumnya dibuang langsung ke laut mulai jarang terlihat lagi, setidaknya air laut kita bersih dari tinja manusia.

“Saya suka proyek ini, tapi sayang dikerjakan asal jadi, baru sebentar dipakai rusak-rusak,” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan ketua RT 8 Sungai Bolong, Nusu Dukka menyebutkan, proyek septic tank dikawasan pemukiman penduduk tanpa koordinasi dan pemberitahuan, pihak kontraktor kerja sendiri tanpa meminta saran warga setempat.

“Saya tidak tahu tiba-tiba ada proyek, kami warga disini tidak pernah mengusulkan, tiba-tba jadi dan tidak lama hancur,’ tuturnya.

Sedikitnya ada puluhan dari 100 lebih septic tank dipemukiman pinggiran laut Sei Bolong yang mulai mengalami kerusakan yang disebabkan mulai dari instalasi pipa yang kurang baik, hingga lepasnya septic tank dari titik lokasi.

Amburadulnya proyek septic tank sempat menjadi perhatian sejumlah anggota dewan yang dalam kegiatan sidang berkunjung ke pemukiman warga Sei Bolong. Sejumlah warga menyampaikan keluhan meminta legislator Nunukan menyampaikan ke pemerintah.

“Kebetulan kami sidang ke Sei Bolong, disana ada beberap septic tank lepas atau hancut,” kata Ketua Komisi III DPRD Nunukan H. Saleh.

Terhadap aspirasi keluhan warga, Salah berjaanji akan menyampaikan keadaan yang terjadi di masyarakat, terutama kepada instansi teknis yang membidangi pekerjaan. Memang kita akui proyek septic tank kurang berkualitas, terutama pada sisi pondasi penyangga.

“Untuk material material septic tank, hanya pondasi tempat pemasangan septic tank yang kurang kokoh,” bebernya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *